Jika seseorang terlibat dalam tindakan korupsi, mungkin disebabkan oleh dominasi id mereka terhadap ego dan superego. Dengan kata lain, mereka mungkin mengabaikan norma sosial dan hukum demi memenuhi keinginan pribadi. Atau, mungkin juga karena kegagalan ego mereka dalam menjaga keseimbangan antara id dan superego.
Korupsi di Indonesia sering kali dipandang sebagai hasil dari penyalahgunaan kekuasaan atau kewenangan untuk kepentingan individu atau kelompok. Hal ini bisa terjadi akibat sistem pengawasan yang tidak efektif, masalah birokrasi, dan budaya yang ada di pemerintahan. Para pelaku korupsi memiliki berbagai motif, termasuk keserakahan, peluang, kebutuhan, dan ketidaktransparanan.
4. Tidak Mampu Menangani Frustrasi
  Konsep frustasi dalam teori Freudian menyatakan bahwa individu yang tidak dapat mengatasi ketidakpuasan secara sehat dapat mengembangkan perilaku merugikan. Dalam konteks kejahatan korupsi, individu mungkin terlibat dalam korupsi sebagai cara untuk mengatasi ketidakpuasan atau frustrasi terhadap situasi atau lingkungan tertentu.
5. Ketergantungan pada Objek Eksternal
  Pada fase oral, individu dapat mengembangkan ketergantungan pada objek eksternal. Dalam konteks korupsi, ketergantungan ini mungkin terkait dengan usaha memperoleh keuntungan atau perlindungan melalui praktik-praktik koruptif.
Penting untuk diperhatikan bahwa teori psikoanalisis tidak dapat menjelaskan atau meramalkan perilaku korupsi secara langsung. Faktor-faktor eksternal seperti lingkungan sosial, ekonomi, dan kebijakan juga memiliki peran penting dalam pemahaman fenomena kompleks seperti kejahatan korupsi.
Daftar Pustaka
Syawal, H., & Helaluddin, H. (2018). Psikoanalisis Sigmund Freud Dan Implikasinya Dalam Pendidikan. Banten. Uin Sultan Maulana Hasanuddin.Â
Bertens, K. (2006). Psikoanalisis Sigmund Freud. Gramedia Pustaka Utama.Â
Fikri, I. F., Ismail, S. N., Zainiyati, H. S., & Kholis, N. (2023). STRUKTUR KEPRIBADIAN MANUSIA DALAM PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD: PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM. Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam, 8(1), 71-88.Â
Juraman, S. R. (2017). Naluri Kekuasaan dalam Sigmund Freud. Jurnal Studi Komunikasi, 1(3), 280-287.Â
Ismail, M. R. (2019). Kepribadian Tokoh Utama Dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari (Kajian Teori Psikoanalisis Sigmund Freud) (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah Malang).
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H