"Maafkan aku mah, aku tidak tau alasanya. kami sehat-sehat saja. sungguh ini juga bukan kemauanku"
"Kau tau lea, keluarga danewa sangat menunggu keturunanya dan mereka sangat mengharpkan itu dari abi"
"Maaf mah" ucap lea dengan kepala menunduk
"Kau fikir maaf bisa membuatmu hamil lea? kau benar-benar wanita yang menyusahkan, aku akan memberikan cukup uang dengan syarat kau harus mejauhi abi" jelas helena
"Tapi mah, aku mencintai abi dengan tulus"
"Kalau tulusmu pada abi maka berikan keturunan, aku tau abi memang selalu membelamu. namun dibalik itu semua abi juga punya kekhawatiran, bukan tidak mungkin juga kalau abi mengingkan keturunan. hanya  saja abi terlalu tidak tega melihatmu memikirkanya. abi memikirkan masalahmu tapi apa kau juga memikirkan abi!" ucap helena dengan bertriak. Cukup lama keterdiaman lea untuk mencerna ucapan mertuanya itu
"Aku akan melakukanya, untuk abi" jawab lea dengan nada tak rela
"Baguslah. aku akan urus secepatnya" ucap helena sembari meninggalkan lea di cafe dengan raut sedih
Setibanya lea dirumah, tanpa disangka suaminya telah lebih dahulu tiba dirumah. lea memang pergi hanya sebentar untuk membeli keperluan dapur yang telah habis sebelum helena mengajaknya keluar.
"Sayang kamu darimana? aku kira kamu dirumah tadi" ucap abi pelan
"Ke supermarket sebentar tadi, aku ada satu permintaan apakah kau bisa menyetujuinya?