“Daripada gelisah gini, kepantai saja yuk! Sebentar lagi matahari akan terbenam. Yakin, akan melewatkan momen untuk berfoto?” lanjutnya dengan nada jail.
“Kamu ini! tahu saja apa yang membuatku lemah. MARI KEPANTAI DAN BERFOTO!!” teriak Sherly dengan girang.
Kami bergegas membawa beberapa barang dan segera keluar. Hanya perlu berjalan kaki sebentar untuk sampai dipantai. Setibanya disana kami memulai kegiatan berfoto kami hingga tidak sadar baterai di ponsel kami habis hingga ponselnya mati. Kami banyak beraktifitas di pantai mulai dari berfoto, berlari mengejar ombak, berlari menjauhi ombak dan mencari kerang-kerang disekitarnya. Hal tersebut cukup menguras tenaga kami, sehingga ketika sampai di penginapan kami langsung tertidur pulas dan tak sempat mencharge ponsel kami yang sudah mati sejak tadi.
TIDAK! Kami bangun kesiangan bahkan matahari sudah mulai menampakkan sinarnya. Menerobos tirai kamar kami yang tidak tertutup dengan baik.
“Eunghhhh” kubuka mata perlahan sambil merentangkan tangan berusaha mendapatkan kesadaran.
“Pagi sherly!!” Sapa orang disampingku.
“Ah ya pagi Salsaaa. Eh tidak, inikan sudah siang hahahahaha” balasku dengan derai tawa diikuti tawa dari orang disampingku.
“Tidak! Semalam aku lupa mencharge ponselku!” ujar Salsa sambil bangkit berdiri mencari ponselnya.
“Ah iya benar! Tolong dong sekalian hihihi” balasku sambil memamerkan gigi putihku.
“Ya ya, baik tuan putri Shely!” ledek Salsa. Meski dengan raut wajah yang kesal dia tetap melakukan pekerjaannya.
Karena ponselku sudah dicharge, aku ngapain ya? Yap! kembali tidur adalah pilihan bijak haha. Kutarik kembali selimut dan menelungkupkan kepalaku didalamnya.