Mohon tunggu...
Benito Rio Avianto
Benito Rio Avianto Mohon Tunggu... Dosen - Ekonom, Statistisi, Pengamat ASEAN, Alumni STIS dan UGM
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Blogger, Conten Creator, You Tuber. Stay di Jakarta, tertarik dengan isu Ekonomi ASEAN dan perekonomian global. Aktif menulis di beberapa media. Menyukai pergaulan dan komunitas internasional. Berharap sumbangan pemikiran untuk kemaslahatan bangsa. Bersama Indonesia ASEAN kuat, bersama ASEAN Indonesia maju. https://www.youtube.com/watch?v=Y95_YN2Sysc

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Sinergi dan Kolaborasi Transisi Energi pada masa Presidensi G20 Indonesia Berbasis Komunitas

8 Juli 2022   08:40 Diperbarui: 8 Juli 2022   08:42 264
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Nature. Sumber ilustrasi: Unsplash

Berdasarkan hasil studi ASEAN Center for Energy (ACE) tahun 2021, sektor energi diperlukan berbagai dalam kegiatan ekonomi seperti industri, transportasi, pertanian, komersial, dan perumahan.  Kebutuhan energi pada berbagai aktivitas perekonomian terkendala dengan terbatasnya pasokan energi serta tuntutan penggunaan energi bersih (EBT).

Kabupaten/Kota di Indonesia

Badan Pusat Statistik pada tahun 2021 mencatat, pada saat ini terdapat 514 kabupaten/kota yang terdiri dari atas 416 kabupaten dan 98 kota yang tersebar di seluruh 34 provinsi di seluruh Indonesia. Pulau Sumatera memiliki jumlah kabupaten/kota terbanyak di Indonesia, yaitu sejumlah 154, sedangkan Kepulauan Maluku mempunyai kabupaten/kota paling sedikit yaitu 21. Pulau Jawa memiliki 119 kabupaten/kota, sedangkan Kabupaten Sragen merupakan salah satu provinsi di Jawa Tengah yang memiliki 35 kabupaten/kota.

Sebagai Negara Anggota G20, sekaligus sebagai presidensi (ketua), Indonesia berkomintmen untuk mengurangi ketergantungannya dari energy fosil ke energy terbarukan (renewable energy/RE) dengan target capaian RE sebesar 23% pada tahun 2025, dan mencapai 30% pada tahun 2050.  Pada tahun 2020, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penggunaan RE masih relatif rendah yakni sebesar 11,2%.  Hal ini tentu saja perlu mendapat perhatian bagi kepala deerah, termasuk di Kabupaten Sragen. .

Dukungan Sustainable Energy Transitions bagi Kabupaten/Kota

Indonesia memiliki posisi strategis dalam Presidensi G20 tahun 2022 ini.  Indonesia merepresentasikan negara berkembang dan satu-satunya anggota G20 yang juga menjadi anggota ASEAN.  Sebagai catatan, keanggotaan G20 terdiri atas 11 negara maju dan 9 negara berkembang, terdiri atas 67% populasi dunia, menguasai 80% Produk Domestik Bruto (PDB), dan menguasai 75% perdagangan dunia.

Dalam masa Presidensi G20 ini, Indonesia perlu menerapkan tema transisi energi sebagai salah satu deliverables nya untuk dapat diterapkan di kabupaten/kota.  Apalagi jumlah kabupaten/kota jumlahnya cukup banyak (514) dan tersebar di berbagai pulau dan provinsi.  Selain itu, kabupaten/kota juga memiliki karateristik masing-masing dalam pengembangan RE. Untuk itu berbagai model pengembangan RE perlu di ketahui, dan dalam jurnal ini disajikan salah satu model yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis komunitas.

Integrated Sustainable Energy Transitions terintegrasi berbasis Komunitas

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin Sherpa Track G20, yang membahas isu-isu prioritas, salah satunya adalah Sustainable Energy Transitions. Untuk itu, Indonesia perlu menyampaikan implementasi Sustainable Energy Transitions yang terjangkau dan berkeadilan, juga terintegrasi berbasis komunitas untuk menjaga keberlangsungan (sustainable) energi transisi itu sendiri.  Selain itu, implementasi transisi dalam hal ini adalah penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga surya (PLTS) yang terintegrasi dan berbasis komunitas sehingga membawa kemanfaatan bagi banyak pihak dan dapat berlangsung dalam jangka waktu lama (sustainable).

Salah satu model yang dapat diinisiasi sebagai show case dalam Forum G20 ini adalah implementasi PLTS terintegrasi berbasis komunitas dengan memasukkan unsur kearifan local melalui pembentukan Konsorium Serikat Surya Handayani (SSH) di Gunung Kidul, Yogyakarta pada bulan Februari 2022.  Model bisnis inilah yang diarahkan untuk menciptakan ekosistem usaha menggunakan energi terbarukan zero emisi dengan partisipasi masyarakat pedesaan sebagai motor penggeraknya. Mengutip laman www.ugm.ac.id bulan Februari 2022, model ini melibatkan perguruan tinggi (Universitas Gadjah Mada) sebagai sebagai pemberi hibah dan pembimbing teknologi dan Bank Indonesia (BI) sebagai pihak pemberi dana hibah sebagai bentuk Corporate Social responsibility (CSR), maupun sumber dana lainnya seperti APBD.  

Dalam pelaksanaannya, model bisnis ini melibatkan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Baitul Maal wa Tamwil (KSPPS BMT) "UMMAT" sebagai institusi sumber pembiayaan, dua sektor ekonomi yaitu sektor Usaha Menengah, Kecil, dan Koperasi (UMKM) dan Pertanian, Pendidikan vokasi yaitu keterlibatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan mitra teknis bidang energi terbarukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun