Karena dimensi normatif, maka manajemen dianalogikan sebagai “orang yang bermoral” beserta konsekuensi yang mengikutinya. Manajer yang beretika ialah bermartabat.
Etika dalam manajemen sebenarnya dapat digali melalui stakeholder theory atau pada konsep triple bottom line yang dipopulerkan oleh Elkington (1998). Etika dalam manajemen melibatkan perilaku bertanggung jawab yang tidak dibatasi hanya pada profit-oriented, tetapi juga dimensi sosial dan lingkungan hidup.
Etika manajemen memprioritaskan keseimbangan antara keuntungan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan lingkungan
REFERENSI:
- Bertens, K. (2007). Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
- Brandt, R.B. (1959). Ethical Theory: The Problems of Normative and Critical Ethics. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
- Elkington, J. (1984). Cannibals with forks: The triple bottom line of 21st century business. Pulau Gabriola: New Society Publishers.
- Freeman, R.E. (1984). Strategic Management: A Stakeholder Approach. Massachusetts: Pitman Publishing.
- Hartman, E. (1996). Organizational Ethics and the Good Life. New York: Oxford University Press.
- Gibson, K. (2023). Ethics and Business: An Introduction (2nd Ed.). Cambridge: Cambridge University Press.
- Muhr, S.L., Bent M.S., dan Steen V. (2010). Ethics and Organizational Practice Questioning the Moral Foundations of Management. Cheltenham: Edward Elgar Publishing Limited.
- Rakhmat, A. (2013). Etika Profesi: Etika dasar setiap profesi kehidupan dalam perspektif hukum positif. Bandung: Tim Kreatif.
- Weiss, J.W. (2022). Business ethics: A stakeholder and issues Management approach (7th Ed.). Oakland: Berrett-Koehler Publishers, Inc.
- Werhane, P.H., dan Freeman, R.E. (1999). Business ethics: the state of the art. International Journal of Management Reviews, 1(1), 1-16. DOI: 10.1111/1468-2370.00002
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!