BEST PRACTISE
 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA
 PendahuluanÂ
Â
Bersumber dari masalah yang terjadi dalam pembelajaran matematika dalam kelas, motivasi siswa terhadap pembelajaran matematika masih tergolong rendah dikarenakan guru yang kurang bervariasi dalam proses pembelajarannya (Anjarsari et al., 2021) untuk itu diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa tersebut.
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Â merupakan pengembangan kurikulum dan sistem pengajaran yang mengembangkan secara stimulan strategi pemecahan masalah dan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan dengan menempatkan para peserta didik dalam peran aktif sebagai pemecah permasalahan sehari-hari yang tidak terstruktur dengan baik.
Berdasarkan uraian diatas, diharapkan dengan  penerapan model pembelajaran problem based learning (pbl) dapat meningkatkan motivasi belajar.
Â
Praktik ini penting
Â
Praktik baik (Best Practice) ini penting untuk dibagikan karena dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan TPACK, kita dapat mengetahui apakah ada peningkatan motivasi belajar atau tidak terhadap peserta didik.
TANTANGAN
Tantangan yang dihadapi
Â
Tantangan yang dihadapi adalah rendahnya minat belajar peserta didik, faktor lingkungan sosial dan keluarga yang belum mendukung, guru belum melakukan pembelajaran interaktif dan menyenangkan, khususnya dalam menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) selain itu guru belum mengoptimalkan aplikasi pembelajaran yang mendukung kegiatan belajar berbasis IT
 Pihak yang terlibat
Â
Dalam menghadapi tantangan ini guru melibatkan beberapa peran, yaitu :
- Peserta didik sebagai sasaran kegiatan dalam pembelajaran.
- Guru sebagai pemimpin pembelajaran.
- Teman sejawat sebagai dokumenter.
- Kepala sekolah sebagai pelindung dan penanggungjawab.
Â
AKSI
Langkah-langkah kegiatan
Â
Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan adalah :
- Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dengan materi Statistika pada pokok bahasan ukuran pemusatan (Mean, Median, dan Modus) dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) karena akan menampilkan permasalahan yang otentik yang ada di sekitar peserta didik, LKPD Statistika Ukuran pemusatan (mean, median, dan modus) data kelompok dan asesmen penilaian.
- Mengoptimalkan pembelajaran berbasis TRACK (Technological Pedagogic Content Knowledge), yaitu penggunaan media power point yang berjudul Statistika dibuat dengan aplikasi canva, asesmen menggunakan google form dan memberikan link angket refleksi pembelajaran di group what's up kelas
Strategi kegiatan
Â
Strategi yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran adalah penggunaan LKPD yang berjudul Statistika Ukuran pemusatan (mean, median, dan modus) data kelompok yang dikerjakan oleh siswa dengan berdiskusi berkelompok memecahkan masalah bersama-sama dan siap dipresentasikan.Â
Proses kegiatan
Â
Sintak model Problem-based Learning menurut Arends (2012) sebagai berikut:
a. Orientasi peserta didik pada masalah
b. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar
c. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Â
Â
Â
Sumber Belajar atau Materi
Â
Proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran menggunakan beberapa sumber belajar atau materi, seperti :
- Buku paket matematika kelas XII (B.K. Noormandiri, 2018. Buku pegangan matematika SMA Kelas XII kelompok wajib edisi revisi 2018 Jakarta: penerbit Elangga). Dan lain-lain.
- Lembar kerja peserta didik (LKPD) yang dikerjakan oleh peserta didik secara berkelompok yang berisi tentang langkah-langkah menentukan dan menghitung ukuran pemusatan.
- Aplikasi Canva untuk pembuatan presentasi (power point)
- Aplikasi google form untuk asesmen dianostok kognetif dan asesmen formatif
REFLEKSI HASIL
Hasil dari kegiatan aksi yang dilakukan adalah untuk :
- Penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan TPACK dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.  Hal ini  terlihat dari keaktifan peserta didik dalam berdiskusi dalam memecahkan masalah.
Kelebihan dari kegiatan aksi ini adalah :
- Menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan menumbuhkan kreatifitas siswa dalam memecahkan masalah.
- Melatih keterampilan berpikit kritis peserta didik.
Kelemahan dari kegiatan aksi ini adalah :
- Guru masih membimbing seluruh aktivitas peserta didik
- Beberapa peserta didik tidak terbiasa bekerja sama.
Faktor keberhasilan
Â
Aksi yang dilakukan dikatakan kreatif, karena perangkat pembelajaran telah dirancang dengan baik dan mendapatkan dukungan semua pihak.
Â
Â
Â
DAFTAR PUSTAKA
Suari, N. P. (2018). Penerapan model pembelajaran problem based Learning untuk meningkatkan motivasi belajar IPA. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 2(3), 241-247.
Afriani, S., Affandi, L. H., & Rosyidah, A. N. K. (2021). Analisis Tantangan Guru Dalam Menerapkan Pembelajaran Matematika Yang Inovatif di SDN Tundung Kecamatan Batukliang Tahun Ajaran 2020/2021. Jurnal Literasi dan Pembelajaran Indonesia, 1(1), 1-5.Pansa, H. E. (2016). Problem-based learning dalam pembelajaran matematika.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI