Bab pertama ini memperkenalkan sosiologi hukum sebagai cabang ilmu yang menjembatani antara hukum dan masyarakat. Penulis menguraikan pengertian sosiologi hukum, yang lahir dari pemikiran ahli-ahli filsafat hukum dan sosiologi, serta pentingnya memahami interaksi antara hukum yang tertulis (Law in Books) dan penerapan hukum dalam praktik (Law in Action). Penulis juga menyoroti ruang lingkup, metode, dan fungsi sosiologi hukum, serta pengaruh sejarah dan filsafat hukum terhadap perkembangan ilmu ini. Bab ini menjadi fondasi penting bagi pembaca untuk memahami kompleksitas hubungan antara hukum dan fenomena sosial.
BAB 2 MAZHAB-MAZHAB PEMIKIRAN DALAM SOSIOLOGI HUKUM
      Di bab kedua, penulis membahas berbagai aliran dan pemikiran yang membentuk sosiologi hukum. Dikenalkan dua aliran utama: aliran positif yang berfokus pada pengamatan fakta, dan aliran normatif yang melihat hukum sebagai institusi nilai. Tokoh-tokoh penting seperti Émile Durkheim, Leon Duguit, dan Roscoe Pound diulas untuk menggambarkan kontribusi mereka terhadap pemikiran sosiologi hukum. Penulis menunjukkan bahwa setiap mazhab memberikan perspektif unik mengenai hubungan antara hukum dan masyarakat, menciptakan keragaman dalam studi sosiologi hukum.
BAB 3 TOKOH-TOKOH SOSIOLOGI HUKUM
      Bab ini menyajikan profil berbagai tokoh berpengaruh dalam sosiologi hukum, baik dari Eropa maupun Amerika. Tokoh-tokoh seperti H.L.A. Hart, yang mengemukakan konsep hukum sebagai sistem aturan, dan Roscoe Pound, yang fokus pada dampak sosial dari hukum, dibahas dengan rinci. Penulis menjelaskan bagaimana ide-ide mereka membentuk pemahaman kita tentang hukum dan masyarakat. Melalui analisis ini, pembaca diajak untuk menghargai kontribusi masing-masing tokoh dalam mengidentifikasi isu-isu kunci dalam sosiologi hukum.
BAB 4 MENGIDENTIFIKASI RANCANGAN SOSIOLOGI TERHADAP KAJIAN HUKUM
      Di bab keempat, penulis mengeksplorasi metode-metode yang digunakan dalam kajian hukum. Tiga pendekatan utama diperkenalkan: kajian normatif, kajian filosofis, dan kajian empiris. Penulis menjelaskan bahwa kajian normatif berfokus pada hukum sebagai aturan yang tertulis, sementara kajian filosofis menggali pertanyaan mendasar tentang keadilan. Kajian empiris, di sisi lain, mengamati bagaimana hukum diterapkan dalam praktik. Penulis menekankan pentingnya ketiga pendekatan ini untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai hukum dalam konteks sosial.
BAB 5 STRUKTUR SOSIAL DAN HUKUM
      Bab ini membahas hubungan antara struktur sosial dan hukum. Penulis menjelaskan bagaimana hukum berfungsi sebagai alat pengendalian sosial dan menciptakan keteraturan dalam masyarakat. Struktur sosial, yang terdiri dari berbagai lembaga dan kelompok, mempengaruhi penerapan hukum. Penulis juga menggambarkan bagaimana kaidah-kaidah sosial berinteraksi dengan hukum, dan bagaimana lapisan-lapisan sosial dalam masyarakat dapat mempengaruhi keadilan dan penegakan hukum.
BAB 6 BUDAYA HUKUM DAN PENEGAKAN HUKUM
      Dalam bab ini, penulis menjelaskan konsep budaya hukum, yaitu nilai-nilai dan norma-norma yang dianut oleh masyarakat terkait hukum. Budaya hukum berperan penting dalam menentukan bagaimana hukum diterima dan diterapkan di masyarakat. Penulis membahas tantangan yang dihadapi dalam penegakan hukum, serta bagaimana budaya hukum yang kuat dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Ini menunjukkan pentingnya faktor sosial dalam proses penegakan hukum.