Konsekuensi dari sikap dan perilaku seperti itu, orang cenderung mudah percaya dan yakin akan sesuatu yang mendapatkan hasil sesaat saja, bahkan hasil yang fantastis dalam sekejap saja mudah dipercayai.
Akibatnya adalah munculnya para "nabi-nabi palsu" yang seakan-akan mampu merubah segala sesuatu secara instan saja, bak seorang pesulap. Misalnya, uang bisa digandakan dalam sekejap, hal yang tidak ada menjadi ada. Semuanya muncul sebagai akibat manusia yang mau serba instan saja.
Iblis menggunakan perilaku manusia seperti itu untuk menggoda dan melancarkan serangan-serangan sehingga sangat ampuh untuk memperdayai manusia.
Yesus juga mengalami gadaan maut si iblis ini ketika Dia berada dalam kondisi yang lemah, dan setan iblis mencobai dengan caranya.
Kemudian membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu" -- Lukas 4:9-11
Inilah godaan ketiga yang sangat berbahaya, yaitu Kesombongan Rohani, karena merasa mampu merubah sesuatu secara ajaib atas kuasa Tuhan yang ada padanya. Banyak orang menyalahkangunakan kekuasaan spiritual yang dititipkan oleh Tuhan kepadanya demi kebaikan hidup manusia.
Iblis faham betul kebiasaan manusia untuk memerkan segala kekuatan spiritual yang dimiliki, agar orang-orang mengaggap dirinya sebagai Tuhan dan Allah sendiri. Ini sangat berbahaya, sebab kekuatan dan kekuasaan spisirtual itu hanya datangnya dari Allah saja, dan suatu saat bisa saja Allah mengambil daripadanya sehingga tidak berfungsi.
Ketikdamampuan melawan godaan iblis akan menjadikan dirinya sebagai Tuhan bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain yang memeprcayainya. Dan inilah yang dikehendaki oleh si-iblis. Artinya posisi Tuhan didalam hidup manusia akan digantikan oleh si iblis. Dan dengan demikian, iblis akan bebas leluasa melakukan kehendaknya.
Selamat merenungulangkan Minggu Pra Paskah-1
YupG, 10 Maret 2019
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI