1. Orang pemalu merasa malu (atau jadi pendiam) hanya di situasi tertentu. Situasi itu bisa berupa pertemuan dengan orang, lingkungan, komunitas, atau kelompok baru.
Si pemalu cenderung jadi pendiam, tapi setelah terjadi interaksi si pemalu tidak lagi jadi diam dan bisa berbaur dengan wajar.
Sementara itu penderita fobia sosial selalu malu tiap bertemu orang selain keluarganya. Rasa malu itu sangat besar sampai dia jadi cemas dan takut yang bisa membuat dia kena serangan panik.
2. Si pemalu punya bestie. Dia nyaman bergaul dengan teman-teman yang sefrekuensi dengannya. Sedangkan penderita fobia sosial jangankan punya teman, melihat orang selain keluarganya saja mereka sudah cemas dan takut.
Jadi kalau kita cuma diam karena tidak ingin berbaur di keramaian atau di situasi tertentu, bukan berarti kita kena fobia sosial. Bisa jadi bukan berarti kita juga pemalu, melainkan cuma pendiam.
Beda Introvert dengan Fobia Sosial
Dibedakan dengan pemalu, sudah. Sekarang saatnya melihat kalau orang introvert itu bukan stres dengan orang banyak. Sebab Healtline mengungkap kalau orang introvert tidak punya kesulitan berinteraksi dan bergaul dengan orang lain.
Ini keunggulan utama introvert yang sangat jauh berbeda dengan social anxiety disorder:
1. Introvert punya kemampuan tinggi mendengarkan orang lain bicara. Kalau fobia sosial jangankan dengerin, lihat muka orang saja sudah cemas.
2. Tidak suka kontroversi. Bagi introvert kontroversi hanya buang-buang energi, membuat lelah, dan tidak menghasilkan apa-apa. Maka sangat jarang si introvert berkomentar apalagi terlibat hal yang kontroversial.
3. Berpikir masak-masak sebelum mengambil keputusan. Bila dihadapkan pada situasi sulit, introvert tidak akan ember ke mana-mana atau curhat sana-sini. Dia akan menyendiri untuk berpikir dan mencari solusi yang terbaik.Â
4. Lebih suka mengungkapkan perasaan lewat tulisan atau seni. Para Kompasianer penulis fiksi kemungkinan adalah introvert.