Aki Sudin menghentikan ceritanya, sambil menghela nafas. Matanya menjadi kosong seakan-akan sedang mengingat kenangan masa lalunya. Suasana menjadi hening.
Tiba-tiba Pak Rohadi memecah keheningan tersebut dengan berseru kepada Aki sudin
“Oh iya, saya baru kepikiran…kenapa aki tidak terima saja jang Someh menjadi murid aki...”
Aki Sudin dan Jaka Someh sama-sama terperanjat mendengar ucapan Pak Rohadi. Jaka Someh melirik ke Aki Sudin yang nampak terlihat ragu. Pak rohadi kembali menegaskan perkataannya
“ jang Someh…Aki Sudin ini, dulu, sewaktu bapak masih anak-anak, beliau adalah jawara di kampung Cikaret... Beliau pernah mengalahkan gerombolan perampok yang akan menjarah kampung kita…hanya sendirian saja, Aki sudin membabat habis para perampok itu…padahal jumlah mereka ada belasan orang dengan bersenjatakan golok dan kampak…”
Mendengar penjelasan Pak Rohadi tentang kehebatan aki sudin, Jaka someh merasa takjub. Aki sudin tertawa mendengar perkataan Pak Rohadi, lalu dia berkata kepada Pak Rohadi
“Wah itu mah sudah masa lalu, Jang Rohadi, sekarang Aki sudah tua... bukannya tidak mau mengajari jang someh, tapi aki sekarang sudah tidak kuat lagi, bahkan nafas aki saja sudah ngos-ngosan, bagaimana bisa aki melatih ilmu silat...”
Mendengar perkataan Aki Sudin, Pak Rohadi mengerti bahwa Aki Sudin menolak untuk melatih Jaka Someh, karena kondisi fisiknya yang sudah melemah. Tapi Pak rohadi tidak kehabisan akal, dia pun kembali berkata kepada aki sudin
“Begini saja Aki…Aki tidak usah melatih menggunakan fisik Aki, cukup turunkan saja pengetahuan aki tentang ilmu silat ke Jang Someh...biar dia berlatih sendiri...aki cukup memberi petunjuk ke Jang someh, ajarkan bagaimana cara dia melatih ilmu silat...begitu saja aki…bagaimana mau kan, kalau cuma mengajarkan teorinya saja?”
Aki Sudin terdiam sebentar, seakan-akan sedang berpikir, lalu dia pun berkata
“baiklah… kalau begitu, Aki setuju…barangkali supaya ilmu aki tidak hilang di telan bumi...Aki akan mengajarkan berbagai teori, teori ilmu silat yang Aki tahu...tapi Jang Someh harus melatihnya sendiri ya...!”