“Tadinya saya mau berguru ke Ki Jaya Kusuma, Aki. Tapi ternyata saya tidak di terima oleh beliau, he...he...malah saya nyaris di keroyok di sana.”
Aki Sudin yang mendengar jawaban dari Jaka Someh seperti itu, hanya menganguk-anggukan kepala, kemudian mencoba untuk menghibur
“He...he...sabar saja ujang...tidak apa-apa...Barangkali memang belum nasib kamu untuk berguru di sana...”
Jaka Someh mengiyakan perkataan Aki Sudin sambil berkata
“Iya aki...Insya Allah saya masih sabar koq aki...”
Aki Sudin kembali berucap
“Aki kenal dengan Ki Jaya Kusuma…. orangnya baik…Aki yakin pasti ada alasan dia tidak menerima murid lagi …APA mungkin saat ini KiJaya Kusuma sedang mengalami masalah ya…?”
Jaka Someh merasa penasaran dengan perkataan Aki Sudin
“Maksud aki bagaimana …?”
Aki Sudin melanjutkan ucapannya untuk menjelaskan tentang Ki Jaya Kusuma
“Ilmu silat Ki jaya Kusuma sebenarnya masih satu aliran dengan ilmu silat yang Aki miliki….karena gurunya masih satu perguruan dengan aki, namanya Ki Lodaya… Aki bersama Ki Lodaya serta Ki Lampah adalah murid dari ki Buyut Leuweung Cadas…Di antara kami bertiga, Ki Lodaya lah yang berhasil mewarisi jurus pamungkas dari Ki Buyut Leuweung Cadas yaitu jurus Macan Pangaduan…yang kemudian diturunkan ke murid kesayangannya, yaitu Ki Jaya Kusuma…Sekarang Ki Lodaya dan Ki Lampah sudah lama meninggal, hanya tinggal aki yang masih hidup, sampai sekarang….".