Mohon tunggu...
Willi Andy
Willi Andy Mohon Tunggu... Wiraswasta - Hidup dengan cinta dan kasih sayang

Berjuang dengan sungguh-sungguh tanpa lelah dan penuh perhatian

Selanjutnya

Tutup

Diary Artikel Utama

Kebajikan sebagai Solusi Menghadapi Perubahan yang Tidak Menentu

1 Agustus 2022   04:00 Diperbarui: 7 Agustus 2022   07:15 1437
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Saya merasakan sakit di dada dan mulai agak panik, panik kalau mobil kami meledak karena gumpalan asap di depan mobil semakin tebal. Rasanya ingin saya meloncat keluar. Tetapi bagaimana dengan beliau yang tergeletak di kursi mobil tanpa bergeming?

Saya berpikir bahwa saya harus menyelamatkan beliau dan terus berusaha membuatnya sadar. Sekitar satu menit, dia sadar dan saya melepas sabuk pengamannya.

Saya berkata bahwa kita ditabrak dan harus segera keluar dari mobil. Beliau kaget dan mencoba membuka pintunya tetapi tidak berhasil. Saya mencoba membantu beliau dan juga tidak berhasil.

Lalu saya berkata kepada beliau untuk keluar dari pintu saya. Saya keluar duluan untuk membantu serta menarik beliau keluar. Akhirnya sekitar tiga menit, saya berhasil membawanya keluar. Saya menyuruh beliau untuk duduk di batu dekat samping bahu jalan.

Setelah beliau duduk tenang, saya segera menuju ke mobil yang menabrak kami. Mungkin saja dia juga memerlukan bantuan saya. Entah mengapa saya tidak memperdulikan asap akibat tabrakan tersebut. Saya seakan-akan menjadi seorang yang pemberani dan heroik.

Ketika saya melihat si penabrak, saya bertanya apakah dia baik-baik saja, apakah dia memerlukan bantuan. Dia menjawab ok-ok saja. Lantas saya mengajaknya untuk berdiri di pinggir bahu jalan yang lebih aman dari lalu lalang mobil-mobil di jalan.

Untung saja ada polisi yang sudah selesai dinas datang dan mengamankan keadaan kami beserta petugas pemadam kebakaran. Polisi itu berkata bahwa dia hanya membantu sampai ada polisi dinas yang datang.

Benar saja, tidak lama kemudian ada polisi dinas dan mobil ambulans yang datang. Polisi menanyakan kita semua apa yang terjadi. Saya menceritakan semua kejadian tersebut dan dia mencatatnya.

Sedangkan para petugas medis bertanya kepada kita semua apakah perlu bantuan medis atau tidak. Saya dan si penabrak menjawab tidak. Sedangkan Grandpa masuk ke mobil ambulans untuk diberikan pertolongan medis urgensi.

Grandpa saat itu tidak lupa untuk menelepon anaknya agar menjemput kami berdua, sedangkan mobilnya diderek oleh mobil derek untuk dibawa ke garasi mobil bekas tabrakan.

Sekitar setengah jam kemudian, anak Grandpa menjemput kami dan dia mendesak saya untuk ikut ke dalam mobilnya dan mengantar saya pulang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun