16 Desember 2015 07:38:17 Om Tjip, Itu orang yang menginbox Om Tjip adalah tipe manusia yang cocok jadi politisi. Politisi mencatut nama rakyat demi kepentingan pribadi dan golongan. Begitu juga yang menginbox Om Tjip. Dia yang terluka dibilangnya orang banyak yang terluka. Seharusnya ditanya pada yang bersangkutan orang yang mana, bisa nggak menyebutkan siapa-siapa orang yang terluka itu. Jangan asal main sebut saja. Setahu saya, yang salah itu bukan pada kompasianer yang terpilih, tapi pada kesalahan admin memilih kompasianer.!
Alex Enha
Saya salah satu yang tidak diundang ke istana dan saya sama sekali tidak ada masalah. Tulis aja yang pingin pak Tjip tulis, tetap semangat pak
Daniel H.T.
Tidak perlu disimpan di hati, Pak, selama kita yakin hati kita selalu dalam niatan baik. Maklum juga, banyak orang kita yang "Susah melihat orang lain senang, senang melihat orang lain susah"
Subur
Kalau nggak bisa berdamai dengan dirinya sendiri, apapun yang kebahagiaan dan kesusahan dirasakan dan dilihatnya , tidak akan memuaskan yang bersangkutan pak, salam dari atambua
Abah Pitung
Semoga kesadaran Pak Tjip mengimbas kepada yang lainnya. Makan semeja dengan Presiden di Istana Negara, adalah merupakan agenda Sekneg masukan dari intelijen. Harapan mereka, hanya dengan makan semeja akan ada ratusan tulisan dan tanggapannya di Kompasiana berupa menggadang gadang Jokowi didalam anjloknya serta kesemerawutan ekonomi Nasional.
Lady 1402
Menurut saya yg jadi penyebab adalah ketidakada terbukaan dari admin. Kompasiana adalah wadah bagi semua warga, sehingga kalo ada undangan untuk warga ya harusnya disampaikan secara terbuka dan jelas kriteria2x nya dan jelas list nya jika nanti sudah terbentuk list. Kalo undangan itu disampaikan mepet oleh pihak istana, admin kompasiana harus berani katakan tidak bisa daripada mengorbankan ketidakpercayaan warga. Saya mengutip dari salah satu artikel: Kenapa sih mesti pake cara2x yg tidak baik untuk melakukan sesuatu yang baik? Saya rasa para admin kompasiana tahu cara2x yg baik dan patut.