Tentu bukan artinya saya kemudian membeli bento asal-asalan, karena toh nanti rasanya bisa menjadi nikmat. Saya tetap makan bento kesukaan, tori-soboro. Yaitu nasi ditaburi daging ayam cincang (rasa dan bentuknya seperti isi lemper), telur dadar yang juga dicincang, irisan buncis serta wortel yang sudah direbus.
Jika dirunut berdasarkan sejarah, sebenarnya ketenaran Chidorigafuchi sudah sejak era Edo (sekitar tahun 1603 sampai 1867).Â
Kata "fuchi" pada Chidorigafuchi, artinya aliran air/sungai di lembah yang dibendung. Dahulu, daerah sekitar Chidorigafuchi adalah laut. Sehingga orang berbondong-bondong datang ke Chidorigafuchi, untuk mendapatkan air tawar. Inilah yang membuat Chidorigafuchi terkenal, karena air (tawar) amat penting, dan berguna untuk kehidupan sehari-hari penduduk Edo (sebutan Tokyo zaman dahulu).
Kedudukan penting Chidorigafuchi, bisa dilihat pada peta yang dibuat ketika era Edo. Pada waktu itu, jika pada peta ada gambar Kastel Edo yang merupakan pusat pemerintahan, maka bagian atas peta menunjuk ke arah barat (bukan utara seperti peta zaman sekarang). Pada peta jenis ini, Chidorigafuchi digambar di bagian atas peta, sejajar dengan jalan utama Koushuukaidou (sekarang bernama Shinjuku-doori), yang menghubungkan Edo (Tokyo) dengan daerah berlokasi di sebelah baratnya (misalnya Shizuoka, Kyoto, Oosaka dan lainnya).
Sehingga jika Anda berjalan menikmati sakura di sini, maka bisa sekaligus menikmati perjalanan sejarah dan waktu, dengan rentang waktu mulai dari seratus sampai 50 tahun lalu.Â
Jenis sakura yang ditanam adalah somei-yoshino. Bunganya putih bersih, dan berubah menjadi warna merah jambu, sebelum bunga sakura rontok. Sakura jenis ini merupakan produk asli Tokyo, karena dibuat di dusun bernama Somei (salah satu bagian dari Edo). Somei-yoshino adalah jenis pohon sakura hasil kawin silang antara sakura jenis ooshima-zakura dan edo-higan.
Saat musim sakura, orang banyak berkumpul di area sekitar pintu masuk bernama tayasu-mon. Ini bisa dimaklumi karena akses terdekat menuju Chidorigafuchi adalah dari stasiun Kudanshita, yang pintu keluarnya langsung di dekat area ini.
Mudah dipahami alasannya, karena kastel merupakan benteng pertahanan. Jadi beberapa bagian ada yang dibuat tinggi, kemudian beberapa ada yang dibuat menyerupai lembah, lalu diisi air seperti Chidorigafuchi. Salah satu tujuannya, untuk mempersulit gerakan musuh jika mereka ingin menyerbu masuk ke kastel.