Mohon tunggu...
Sri Rahayu
Sri Rahayu Mohon Tunggu... Lainnya - Menyukai literasi

Seorang ibu rumah tangga

Selanjutnya

Tutup

Trip

Tiga Hari di Phnom Penh yang Mendebarkan

2 Juli 2022   22:39 Diperbarui: 2 Juli 2022   22:42 183
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Rasanya masih pengin melanjutkan mimpi, tapi untuk menghindari perseteruan lebih lanjut dengan ibuku mendingan langsung bangun, mandi dan sholat subuh.

 Jam 8 pagi teman ibukku datang untuk mengantarkan ke sekolah yang di referensikan yaitu di CIA International School. Kami di test tertulis dan wawancara. Adikku di test cewek asal Amerika sedangkan aku di test oleh wakil ketua yayasan orang Canada. Lumayan susah juga testnya. Sebenarnya bukan materi soalnya yang susah, tapi bahasa yang digunakan pada saat test belum begitu familiar bagi kami. Kami yang biasa di Indonesia menggunakan bahasa Indonesia tanpa pernah praktek menggunakan Bahasa Inggris pasti berasa banget tuh bagaimana speaking yang sebenarnya sama orang asing. Sore hari langsung ada hasilnya diterima atau tidak. Kami diantar oleh staff dari relasi ibuku. Untungnya orangnya baik dan mau nungguin kami seharian di sekolah.

Sorepun tiba setelah aku dan adikku berjuang mengerjakan test tertulis dan wawancara. Adikku diterima grade 4 dan alangkah terkejutnya aku. Aku tidak diterima. Ya ampun bingung, sedih dan berbagai rasa campur aduk. Alasannya bukannya aku tidak mampu dalam mengerjakan test. Pihak yayasan agak khawatir karena aku belum pernah sekolah di Inetrantional School dan harus masuk ke grade 12. Bisa diterima tapi harus grade 10. Wah nggak mau dong aku rugi waktu 2 tahun.

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00. Pasti nggak mungkin kita ke tempat sekolahan yang lain. Waktu Phnom Penh dan waktu Jakarta sama jadi nggak terlalu terasa jetleg nya. Yah akhirnya kamipun kembali ke hotel.

            Malam itu ada cerita lucu di hotel. Kami yang jarang keluar kota terus sekarang nginep di President Romm bisa lah dibayangin bagaimana perasaan kami. Malam itu aku di balcon dan serasa rumah sendiri aku nyanyi -- nyanyi dengan suara lantang. Ternayata ada tetangga kamar yang kebrisikan. Telpon berdering

"Halo"

"Hai ! Could you please to keep silent please? This call from the next door room. Your voice was loudly and disturb us"

"Oh I am very sorry"

"Eh maap aku norak ya" bisiku dalam hati malu

Tidak sampai situ saja, kami lagi lihat-lihat menu yang ada di meja. Ada menu Eropa yang namanya keren (tapi nggak tau artinya) dan gambarnya juga bagus banget kelihatan enak gitu. Akhirnya kami pesan 2 porsi. Limabelas menitlah kira --kira kami nunggu. Datanglah pesanan kami

"Enjoy the food" kata pelayannya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun