Istriku yang biasa berbelanja di Pasar Bunder terkadang suka membanding-bandingkan harga barang antara di pasar modern dan pasar rakyat. Menurutnya, harga di pasar modern sesungguhnya hanya dibuat "terkesan" murah saja. Untuk barang-barang tertentu, susu misalnya, sengaja dijatuhkan harganya di bawah harga pasar. Namun, di sisi lain ada barang-barang tertentu yang harganya di atas rata-rata harga pasar namun tidak diumumkan ke publik. Yang dipromosikan ke publik adalah barang-barang dagangan yang memang didesain untuk membuat pasar modern terkesan murah saja.
Apakah ini berarti saya antipati dengan pasar modern ? Tentu tidak ! Saya berbelanja di pasar modern hanya ketika ada keadaan "gawat darurat" saja. Pagi-pagi ketika belum ada warung buka, mau buat teh hangat, kok gulanya habis. Minimarket yang buka 24 jam menjadi pilihan darurat.
Kedua, berbelanja di pasar tradisional memperkecil peluang untuk melakukan aktivitas pemborosan. Belanja di pasar modern jelas akan membuka peluang besar untuk membeli barang-barang yang diinginkan tetapi sesungguhnya tidak diperlukan. Apalagi ketika mengajak anak-anak. Tangis anak-anak terkadang akan memaksa uang keluar dari dompet orang tua untuk membeli barang-barang yang sebenarnya belum masuk skala prioritas. Hidup hemat dan sederhana sesuai arahan presiden lebih mudah tercapai jika kita belanja di pasar rakyat.
Ketiga, berbelanja di pasar rakyat berfungsi untuk memperkuat ikatan sosial dengan tetangga, teman, dan relasi yang kebetulan menjadi pedagang di pasar tradisional. Kesibukan mencari nafkah terkadang menyebabkan pudarnya ikatan sosial di dunia nyata. Belanja di pasar tradisional merupakan salah satu cara untuk menjalin ikatan kasih sayang /silaturahmi dengan lingkungan sosial tempat kita tinggal.
Keempat, belanja di pasar rakyat sesungguhnya adalah pembelaan kita kepada saudara-saudara kita yang sudah berani terjun menjadi wirausahawan maupun wirausahawati. Ingat, menurut hasil survey hanya dua persen rakyat negeri ini yang berani terjun di dunia wirausaha.
Kompleks Timur Pasar Bunder ini, harga di sini mampu bersaing dengan pasar modern
Seandainya, memang ada barang-barang yang terpaksa sedikit lebih mahal daripada pasar modern, anggaplah kelebihan harga barang yang kita bayarkan sebagai bentuk kepedulian untuk menguatkan ekonomi rakyat. Apalagi jika selesih harganya tidak seberapa. "Selisihnya, toh tidak ada satu juta kan, Mas ?" tanya istriku sambil tersenyum.
Kelima, saat ini sudah banyak pasar rakyat yang kondisinya bersih, rapi, dan tidak kumuh. Pasar Bunder dan Pasar Kota Sragen merupakan pasar rakyat yang keadaannya jauh dari kesan kotor dan kumuh. Di kecamatan, masih banyak pasar rakyat dengan kondisi yang relatif rapi dan bersih yang menjadi urat nadi perekonomian rakyat. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan lagi bagi kita untuk enggan berbelanja di pasar rakyat.
Yuuuk, belanja di pasar rakyat ! Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk kemakmuran rakyat. Selamat belanja di pasar rakyat !