"Sudah diobati Pak, makanya dia sudah bisa keluar angin!"
"Begitulah, debat kusir itu hanya selesai saat saya sudah sampai depan rumah. Apabila kami bertemu lagi mungkin kami masih akan memperdebatkan kentut kuda itu."
"Hadirin sekalian, mari kita tinggalkan debat kusir, mari kita cari pemecahan masalah ini bersama-sama demi persatuan dan kesatuan bangsa."
...
Sebuah mural yang menggambarkan wajah Presiden Joko Widodo yang ditutup matanya dengan tulisan 404: Not Found tiba-tiba muncul di dinding kolong tol kereta bandara di Batuceper, Tangerang.Â
Tak ada yang mengaku mengetahui kapan mural tersebut dibuat. Yang jelas, seperti kebiasaan para pembuat mural pada umumnya, mereka acap bekerja dalam senyap dan kesunyian malam, ketika kebanyakan orang terlelap.Â
Pasalnya, meskipun mural merupakan salah satu media dan seni tersendiri untuk mengungkapkan komunikasi atau pesan, namun mural masih sering dianggap seni jalanan yang nakal atau ilegal dan mengganggu ketertiban karena mengotori lingkungan. Tentu saja tanpa mengingkari adanya banyak seni mural legal yang memang difasilitasi dan diberi media oleh pemerintah, kebanyakan mural merupakan aksi spontan dan ilegal.Â
Mural yang legal biasanya hanya mengeksplorasi keindahan artistik atau pesan-pesan santun, positif dan pujian semata. Sedangkan mural ilegal biasanya berisi kritik, sindiran, protes, kecaman, pemberontakan dan ungkapan-ungkapan ketidakpuasan lainnya yang mungkin telah mentok untuk diungkapkan di media-media komunikasi lainnya.
Termasuk sebagai mural yang nakal, mural foto mirip Presiden Jokowi 404: Not Found ini menurut penjelasan masyarakat sekitar sempat bertahan sekitar 3 bulanan sebelum akhirnya dihapus oleh aparat pemerintah. Bahkan karena dianggap menghina Presiden Joko Widodo maka aparat kepolisian segera memburu pelaku pembuat mural tersebut.
Namun seperti menjadi sebuah martir, penghapusan mural Jokowi 404: Not Found tersebut segera menjadi trending topik dan polemik perdebatan yang seru di sosial media. Tercatat kurang lebih mencapai 17 ribu cuitan yang membicarakan keberadaan mural ini melalui platform twitter.
Apalagi setelah kasus penghapusan mural Jokowi 404: Not Found tersebut, beberapa mural kritis lainnya segera menyusul mendapatkan perlakuan yang sama. Ada mural "Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit" di Bangil Pasuruan, "Dipenjara Karena Lapar" di Tangerang, mural "Wabah Kelaparan", "Tuhan Aku Lapar" dan  beberapa lainnya yang dihapus oleh aparat.