Kening Mama mengernyit. Ada apa? Sudah bosankah? Mama memandangi kotak kurma yang sudah telanjur dibelinya. Dia menggeleng.
***
"Non!"
"Heem ...."
"Buatin susu kurma, dong."
"Males!"
Varo melirik Nona yang masih terpaku pada ponselnya. Tumben Nona tidak seantusias biasanya dengan kurma. Mana kehebohannya pada kurma seperti hari-hari kemarin?
"Tumben males? Udah bosen terapi sama kurma? Atau hasilnya tak seperti yang diharapkan?"
Mata Nona tajam menimpali kalimat Varo barusan. Sepertinya 'perang' akan segera dimulai. Melihat reaksi adiknya seperti itu, Varo mempertajam ucapannya.
"Zidan kenapa? Tetap nggak respons perhatian kamu? Usahamu selama ini sia-sia, dong, ya?"
Mata yang tadi melotot tiba-tiba mengendur. Pandangannya dialihkan ke tempat lain.