Saat ini kelas Arini semakin tak terkendali. Tawa membahana sampai-sampai terdengar dari luar kelas. Beberapa anak kelas sebelah bahkan sampai melonggok dari jendela, ingin tahu apa yang terjadi.
"Kamu mau bolos? Gila kamu! Habis ini kan fisika. Nggak takut apa sama Pak Siswo?"
"Masa bodoh! Aku sudah nggak tahan," kata Arini kesal.
Wina, teman sebangku Arini, mencoba menenangkan sahabatnya itu. Jarum jam belum menunjuk pukul sembilan, masih kurang sepuluh menit. Masih ada waktu, batin Arini.
"Kamu serius?" tanya Wina melihat Arini sudah siap menenteng tasnya.
Tak menghiraukan nasihat sahabatnya, Arini bergegas meninggalkan kelas.
"Guguk mau kemana?" teriak Andro.
"Mau nyari yang gemesin buat digigit. Gatel nih gigi!" sahut Beni.
Mendengar celoteh temannya Arini semakin mantap melangkah. Wajahnya merah padam. Malu, lebih-lebih marah.
"Ar!" panggil Wina.
"Yah guguknya marah," kata Andro.