Anak-anak dengan kepercayaan dan harga diri yang tinggi mampu membuat keputusan yang baik, bangga dengan prestasi mereka, dan bersedia untuk mengambil tanggung jawab dan siap untuk mengatasi frustrasi. Selain itu, mereka juga lebih kompeten secara sosial, tampil lebih baik di sekolah, dan lebih mungkin untuk menghindari masalah serius di masa depan seperti putus sekolah dan penggunaan narkoba.
Saran Bagi Orangtua dalam Membangun Kepercayaan Diri Anak
Berikut beberapa saran untuk membangun kepercayaan diri anak sejak kecil:
Menumbuhkan Tanggung Jawab dan Kemandirian
Langkah pertama dalam membangun kepercayaan diri anak adalah dengan menumbuhkan tanggung jawab dan kemandirian.Â
Di kelas, saya selalu mengawali pembelajaran dengan doa bersama. Setiap hari, seorang anak memimpin teman-temannya untuk berdoa bersama, secara bergantian. Hari ini si Budi, besok Amir, lusa Fatima, begitu seterusnya.
Awalnya, banyak anak yang tidak mau memimpin teman-temannya untuk berdoa. Kebanyakan mereka mengatakan tidak bisa dan tidak percaya diri. Selain karena belum hafal dengan bacaan doa-doa sebelum mulai belajar.
Saat menunjuk satu anak untuk memimpin doa bersama, saya selalu mengatakan bahwa mereka bisa.Â
Afirmasi positif yang selalu saya lakukan setiap hari akhirnya membuahkan hasil. Lambat laun, tanpa menunjuk pun setiap anak langsung mengajukan diri untuk memimpin doa bersama.Â
Begitu pula, dalam setiap kesempatan saya selalu meminta anak-anak untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil, seperti menutup pintu, menghapus papan tulis, merapikan bangku atau membersihkan ceceran sampah di depan kelas.Â
Mengawali permintaan ini dengan kata-kata "tolong" dan mengakhirinya dengan kata "terima kasih" secara psikologis ternyata dapat membuat anak merasa dipercaya, dan pada akhirnya dapat menumbuhkan tanggung jawab mereka. Anak-anak yang diberi kesempatan ini akan merasa berguna, dihargai, dan kompeten dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.
Memelihara Karunia Istimewa
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibarat kertas putih bersih yang belum ternoda oleh coretan dan goresan apa pun.Â
Saya percaya, bersama dengan keadaan fitrah tersebut, di balik bersih dan sucinya jiwa anak-anak, Allah memberi karunia khusus berupa kepribadian, temperamen, keterampilan, kemampuan yang unik.