Beberapa contoh tanaman liar lain yang berpotensi untuk dieksplorasi di Malang dan Jawa Timur seperti sayuran al daun singkong, daun pepaya, daun kemangi, daun kelor, pucuk enau, dan jantung pisang; buah-buahan seperti blackberry, raspberry, blueberry, elderberry, dan persimmon; jamur seperti morels, chanterelles, puffballs, hen-of-the-woods, dan oyster mushrooms; kacang-kacangan seperti kacang tanah liar, kacang kapri liar, dan kacang buncis liar; umbi-umbian seperti ubi jalar liar, talas liar, dan gadung; rempah-rempah seperti jahe liar, kunyit liar, lengkuas liar, dan serai liar.
Mengeksplorasi dan memasyarakatkan tanaman liar sebagai bahan makanan membutuhkan pendekatan terpadu dan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak.
Beberapa upaya yang harus dilakukan :
1. Eksplorasi dan Penelitian
Membentuk tim peneliti. Tim peneliti yang terdiri dari ahli botani, etnobotani, dan ahli kesehatan dapat melakukan penelitian untuk mempelajari manfaat, cara budidaya, dan potensi pemanfaatan tanaman liar.
Melibatkan masyarakat lokal. Eksplorasi harus dilakukan dengan melibatkan masyarakat lokal dan menghormati pengetahuan dan tradisi mereka terkait tanaman liar.
Melakukan pendataan dan dokumentasi. Pendataan dan dokumentasi yang sistematis tentang tanaman liar, termasuk nama lokal, habitat, dan manfaatnya, sangat penting untuk pengembangan lebih lanjut.
Menjalin kerjasama dengan institusi terkait. Kerjasama dengan institusi penelitian, universitas, dan lembaga pemerintah dapat membantu dalam pendanaan, pelatihan, dan penyebarluasan informasi.
2. Budidaya dan Pengolahan
Mengembangkan teknik budidaya. Penelitian dan pengembangan teknik budidaya tanaman liar yang berkelanjutan dan ramah lingkungan perlu dilakukan.
Membangun kebun percobaan. Kebun percobaan dapat digunakan untuk menanam dan mempelajari berbagai jenis tanaman liar, serta untuk melatih masyarakat dalam teknik budidaya.