Mohon tunggu...
Padepokan Rumahkayu
Padepokan Rumahkayu Mohon Tunggu... -

Padepokan rumahkayu adalah nama blog yang dikelola oleh dua blogger yang suka bereksperimen dalam menulis, yakni Suka Ngeblog dan Daun Ilalang. 'Darah di Wilwatikta' ditulis bergantian oleh keduanya dengan hanya mengandalkan 'feeling' karena masing- masing hanya tahu garis besar cerita sementara detilnya dibuat sendiri-sendiri. \r\nTulisan- tulisan lain hasil kolaborasi kedua blogger ini juga dapat ditemukan di kompasiana.com/rumahkayu

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Darah di Wilwatikta Eps 56: Mengobati Racun Jiwa

23 Maret 2014   17:09 Diperbarui: 24 Juni 2015   00:35 325
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

" Tunggulah sejenak, Mohiyang, " bujuk Kiran. " Kita lakukan esok hari saat Sang Surya terbit. "

Mohiyang menggelengkan kepala. Dia ingin melakukannya segera.

***

Tak jauh dari pondok, ada tempat lapang yang bisa digunakan untuk berlaga. Kesanalah mereka menuju.

Mohiyang berdiri sejenak, merentangkan tangan, mengatupkannya, lalu seperti menarik sesuatu dari pujuk dedaunan dan ombak laut di kejauhan. Kiran memahami, dia sedang memulihkan tenaga. Maka Kiran diam menanti.

Matahari bergerak makin rendah ke arah Barat, ada garis berwarna merah di batas laut. Mohiyang Kalakuthana tampak memasang kuda- kuda.

Kinilah saatnya.

Kiran mengatupkan tangan, memberi salam. Mohiyang mengangguk.

Kiran menanti. Dia tak ingin menyerang lebih dahulu. Tujuannya saat ini adalah untuk mengobati, tak lebih. Maka dia akan membiarkan Mohiyang membuka laga itu.

Dan...

Tangan Mohiyang Kalakuthana bergerak dengan kecepatan yang tak dapat diikuti mata. Lalu sedetik, ditujukannya tangan itu kepada Kiran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun