- Sebelum melanjutkan analisis semantik ini, pertama-tama saya akan menjelaskan terlebih dahulu arti dari semantik. Semantik, bahasa Yunani: semantikos, aritinya memberikan tanda. Dengan kata lain semantik adalah pembelajaran tentang makna.( Â https://id.wikipedia.org/wiki/Semantik, diakses di Seminari Montfort, Sabtu, 30 Mei 2020, pukul 17.12 WIB)
- Oleh karena itu dalam analisis ini, tugas kita adalah mencari atau menemukan makna, arti dan pergeseran makna dari setiap unsur pembentuk sebuah kalimat.
Setiap unsur dalam sebuah kalimat tentu memiliki makna dan tujuannya tersendiri. Dalam pengertian inilah, maka analisis ini perlu untuk mengetahui makna dan tujuan dari setiap unsur yang menyusun kalimat itu sendiri. Unsur-unsur kalimat yang menjadi objek analisis ini adalah nama tempat, nama orang, kata atau frasa yaitu frasa nominal, frasa verbal, dan frasa adjektif. Dengan menemukan arti setiap unsur kalimat itu membantu kita untuk memahami makna dan tujuan dari sebuah kalimat.
Tentu analisis semantik metode yang berusaha mencari arti sebuah unsur kalimat secara leksikal, tetapi berdasarkan perbandingan dengan unsur-unsur yang sama atau yang mirip pada kalimat-kalimat yang lain. Kita juga membandigkan konteks dari kata yang digunakan dari setiap kalimat atau teks pembanding. Dalam analisis ini praktis saya menggunakan ensiklopedi Alkitab, kamus Alkitab, dan Alkitab. Â Pada analisis semantik ini, saya kan membuat pertanyaan-pertanyaan dan mencoba menjawabnya dalam analisis semantik.
Apa itu Roh? Apa itu padang gurun? Mengapa harus di padang gurun? Apa makna 40 hari? Siapa itu Iblis? Mengapa ada binatang-binatang liar? Siapa itu Malaikat?
6.1. Analisis Semantik
ROH
Teks Pembanding
Kej 1:2, Roh Allah melayang-layang diatas permukaan air (Dr. D. F. Walker, Konkordansi Alkitab, Yogyakrta: Kanisius, 1978, hlm, 315-316)
Kel 31:3, Telah Kupenuhi dia dengan Roh
1Sam 11:6, Berkuasalah Roh atas dia
1Pet 1:12, Oleh Roh yang diutus dari sorga.