Mohon tunggu...
Yunita Kristanti Nur Indarsih
Yunita Kristanti Nur Indarsih Mohon Tunggu... Administrasi - Gratias - Best Spesific Interest - People Choice Kompasiana Award 2022

-semua karena anugerah-Nya-

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

REKAN, Rumah Persaudaraan Kami

21 Mei 2021   08:08 Diperbarui: 21 Mei 2021   08:18 383
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi/Sumber: Unsplash.com (Pin Adventure Map)

=====

Kisah Kami…

Sejak kami berlima duduk di bangku SMA, persahabatan itu sudah terjalin. Aku dan Imel tinggal di perumahan yang sama. Rumah Sandy berjarak 1 kilometer dari perumahanku. Irfan, tetangga Sandy. Lokasi rumah Arief yang agak jauh, berbeda wilayah dengan kami berempat.

Kami dipertemukan saat mengikuti kegiatan Persami Pramuka Penggalang saat kelas 10. Pertemuan kemah bersama se-Bandung Raya itu merajut persahabatan yang hingga kini terjalin manis, asam, pahit. Semua rasa ada, tetapi semuanya mengerucut pada sebuah rasa, keindahan dan kebersamaan.

Kami tak pernah membedakan satu dengan yang lain. Kami semua dapat saling menghargai.

Suatu saat ketika Arief tertimpa musibah, adik semata wayangnya jatuh sakit dan harus dirawat di sebuah rumah sakit setempat. Kami bertiga berbagi tugas menjaga adik dan memikirkan makanan untuk Arief.

Ibu dan Bapak Arief sama-sama bekerja di luar negeri. 1 tahun sekali atau bahkan hingga 2 tahun sekali baru bisa menjenguk Arief dan Sintha, serta Emaknya. Emaknya yang mengurus Arief dan Sintha saat orang tua mereka meninggalkan tanah air untuk mencari nafkah di Negeri Gajah Putih, Thailand.

Emak Aminah sudah sangat dekat juga dengan REKAN. Emak Aminah banyak mengajarkan kepada kami bagaimana toleransi harus menjadi dasar yang kokoh dalam menjalin hubungan dengan siapapun.

Emak Aminah memiliki karakter keibuan yang sangat kental.

Saat Sintha terkena sakit Typhus kala itu, kami semua mendapatkan kuliah gratis dari Emak Aminah. Kami jadi semakin mengerti, mengapa Arief sangat menghargai dan menghormati kami semua. Setiap petunjuk dan petuah Emak Aminah ada di dalam setiap perilaku Arief dan Sintha.

Pagi hari, biasanya aku dan Imel yang menemani Sintha. Setelah Arief datang bersama Emak Aminah kami pulang, untung saat itu adalah saat libur sekolah.

Lalu malam harinya giliran Irfan bersama dengan Sandy, juga Arief menjaga Sintha. Saya dan Imel bergantian menemani Emak Aminah saat di rumah. Karena kami khawatir akan Emak Aminah yang usianya telah memasuki awal 80 an. Walau memang tak nampak dari penampakan fisiknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun