Mohon tunggu...
nimas padmi
nimas padmi Mohon Tunggu... Penulis - penulis part time

pecinta kopi

Selanjutnya

Tutup

Horor

yang menemaniku semalam

2 Januari 2025   20:31 Diperbarui: 2 Januari 2025   20:31 26
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Horor. Sumber ilustrasi: pixabay.com/Mystic Art Design

 

Aku melipat tangan didada. Menahan dingin. Hujan yang sejak sore turun, seolah enggan reda. Duh, mana perut keroncongan lagi. Aku menggigit bibir, tak tahu mesti gimana. Satu-satunya uang disaku tinggal lima ribu.        

" Hey, mundur dikit. Nanti kamu sakit " seru seseorang. Perhatian.

Aku menoleh. Seorang cowoq melambai tak jauh dariku. Ups. Seraut wajah dengan rambut dikucir tersenyum. Cakep sih. Tapi matanya dingin.

" Gak usah takut, aku udah jinak koq. Liat khan, aku dah gak dirantai lagi ! " selorohnya memecah suasana.

Aku tersenyum kecil.

" Kamu, kog. Kabur ya dari rumah ? " imbuhnya. Matanya meneliti seragam sekolahku. Aku terdiam. Bingung. Gimana mau jelasin.                                                                                   Mendadak wajah papa, mama juga Bry adikku melintas. Membawaku pada peristiwa kelabu tadi pagi.

Papa menjadi pemarah, sejak kena pehaka setahun lalu. Sedang kami sekeluarga butuh makan. Beliau sering uring-uringan untuk hal sekecil sekalipun. Bisa dimaklumi, barangkali merasa malu, lantaran biaya hidup praktis ditanggung mama. Juga disubsidi Om Wisnu sesekali. Akibatnya aku dan Bry, jadi sasaran kemarahannya. Pelampias kecewanya. Lebih-lebih ketika memergoki mama, pulang diantar bosnya. Kecemburuannya meluap. Dan pagi tadi mengklimaks.

" Brakk ..." sebuah asbak melayang kearahku. Untung gak kena.

" Mau kemana. Sekolah ? Haah! untuk apa? Apa kamu gak malu, mama kamu tuh perempuan gak bener.  Hostes. Tahu?Apa kata teman-teman kamu, kalo tahu siapa mama kamu ...?pikir,. Pikir ...! " tukas papa berapi-api.

" Kamu juga Bry, gak usah sekolah! " Bry, yang baru kelas lima esde itu menurut. Dilepaskannya segera seragam sekolahnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Horor Selengkapnya
Lihat Horor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun