Mohon tunggu...
Nafa Zahra Saphira
Nafa Zahra Saphira Mohon Tunggu... Lainnya - Penulis

Penulis amatir yang sedang berusaha keluar dari zona nyaman. Gemar baca buku, terutama novel fiksi dan komik jejepangan. Sedikit banyak tahu tentang Kpop. Belakangan ini senang menulis daily jurnal. Memiliki keyakinan bahwa setiap karya pasti akan memilki pembacanya masing-masing.

Selanjutnya

Tutup

Roman Artikel Utama

Cerpen: Sudah Bukan Rahasia Bahwa Aku Suka

12 Oktober 2023   20:51 Diperbarui: 24 Oktober 2023   21:03 341
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Di luar dugaan, justru terdengar tawa renyah Kak Adit. Aku reflek menatapnya kaget. Kedua alis laki-laki itu terangkat. "Aku tau. Bukannya udah jadi rahasia umum, ya?"

Mampus! Kedua pipiku makin panas. Perutku geli. Di satu sisi, sedikit demi sedikit kelegaan merayap di sekujur tubuhku. Persetan dengan rumor rahasia umum yang menyebar di sekolah. Lihat, hari ini aku sudah mengatakan langsung padanya.

"Tapi ada yang lebih rahasia dari itu, Kak." Kepalang malu, kupikir sekalian saja!

Mendengar itu Kak Adit berjalan pelan ke arahku. "Boleh tau?"

Aku mengangguk. Bibirku berkedut ingin sekali tertawa geli melihat wajah tampan itu penasaran menanti jawaban.

"Yang lebih rahasia adalah ... aku suka banget sama Kakak. Rasa sukaku meningkat 1% setiap lihat Kakak dari jauh. Kalau Kakak senyum, meningkat 3%. Kalau Kakak tertawa, meningkat 5% ... "

Tiba-tiba Kak Adit mendekatkan wajahnya ke depan wajahku, hanya menyisakan sejengkal jarak.

"Kalau begini, meningkatnya berapa persen?" ucapnya pelan sambil tersenyum jahil.

Tatapannya mengunci kedua mataku. Jantungku berdegup kencang sampai terasa mau meledak. Kupu-kupu di perutku semakin banyak beterbangan. Lalu, sudut-sudut bibirku terangkat dengan sendirinya.

"Sepuluh persen?" Aku menelengkan kepala dan membalas senyumannya.

Sontak Kak Adit menarik kembali wajahnya, "Sepuluh???" sahutnya tak terima.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Roman Selengkapnya
Lihat Roman Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun