إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلى فِرَاشِهِ فَلَمْ تَأْتِهِ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لعنتها الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تصبح . متفق عليه
Artinya: apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, lalu istrinya itu Engan memenuhi nya, lalu tidur dalam keadaan marah pada istrinya, maka malaikat mengutuknya menjelang subuh ( mutafaqun alaihi).
C. Tinggal bersama dan tak boleh keluar rumah tanpa ijin suami.
Rosulullah bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةُ خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا بِغَيْرِ إِذْنِ زَوْجِهَا كَانَتْ فِي سُخْطِ اللَّهِ حتى ترجع إلى بَيْتِهَا أَو يُرْضَى عَنْهَا زَوْجَهَا. (رواه الخطيب)
Artinya : istri mana saja yang keluar rumah tanpa izin suamiknya, tetaplah dia dalam kemurkaan Allah hingga ia kembali dan hingga suaminya ridho kepadanya ( HR. Al khatib).
3. Tangung jawab anak kepada orangtuanya.
Tiada orang yang lebih besar jasanya kepada kita, melainkan orang tua kita. Keduanya telah menanggung kesulitan dalam memelihara dan merawat kita. Terutama ibu yang telah men- derita kepayahan dan kelemahan berbulan-bulan lamanya ketika kita masih dalam rahimnya. Setelah kita lahir ke dunia ini, kita dirawatnya dengan segala kasih sayang.
Sebagai timbal baliknya maka Islam mengajarkan tangung jawab yang perlu ditunaikan oleh anak kepada orangtuanya:
A. Patuh : mematuhi perintah orangtua, kecuali dalam hal maksiat
B. Ihsan : berbuat baik kepadanya,