Riset yang dikerjakan oleh Age Wave and Merrill Lynch menemukan, bahwa periode terbahagia dalam kehidupan itu adalah di usia 65 hingga 74. Riset ini hanya salah satu contoh riset tentang di usia berapa orang merasakan paling bahagia.
Lihat di sini artikelnya:
https://www.newretirement.com/retirement/ready-to-retire/
Tentu saja riset itu dilakukan di Amerika. Ada banyak faktor yang berbeda dengan Indonesia, sehingga mungkin sekali periode terbahagia di Indonesia bukan di rentang usia itu.
Yang pasti berbeda dengan Indonesia mungkin adalah penghasilan yang dimiliki para pensiunan ini yang tentu membuat mereka lebih bisa "menikmati" hidupnya setelah pensiun.
Yang juga berbeda adalah, anak-anak dari mereka bisa dipastikan sudah mandiri dan tidak membebani lagi orangtuanya yang memasuki usia tua. Tentu itu karena kultur mereka berbeda dengan kultur Indonesia.
Yang juga berbeda lainnya adalah layanan kesehatan yang diberikan pemerintah pada masyarakat sejak masih muda hingga di usia lanjut mereka. Tentu negeri-negeri maju lebih baik dalam memberikan pelayangan kesehatan pada masyarakatnya.
Di sini ada angka-angka lain dari riset itu:
- Only 51% of 25--34 year olds say that they often feel happy compared to 76% of people ages 65--74
- Only 47% of youngsters say that they often feel content, while 71% of those retired report contentment.
- Feeling often relaxed is experienced by 71% of 65--74 year olds, but only 41% of those 25--34.
- And what about anxiety? Â Only 12% of 65--74 year olds say that they often feel anxiety. Â Whereas it is a common feeling for 37% of 25--34 year olds.
Apa yang bisa kita baca dari riset itu?
- Dunia kerja membuat kita berbeban atau menghasilkan stres.
- Saat sudah pensiun, kita bisa mengerjakan apa yang kita sukai, dan itu akan menghasilkan positivity atau kebahagiaan.
- Berbagai kebijakan pemerintah berpengaruh besar pada tingkat positivity masyarakat.
- Uang atau penghasilan yang mencukupi juga memberi pengaruh yang besar pada tingkat positivity.
Kita Lahir dengan Kebahagiaan Sebesar 50% Saja
Sebagaimana kita tahu, sudah sejak lama ada ribuan buku ditulis untuk menunjukkan pada kita jalan untuk mendapatkan kebahagiaan. Namun pernahkah kita bertanya: jika kita bisa bahagia, maka apa yang bisa membuat kita tidak bahagia?