Sedikit demi sedikit diperhitungkan, sedikit demi sedikit diperbaiki, gram demi gram terus diupayakan diperkecil. Ketika itu para teknisi mengeluarkan satu semboyan " demi satu gram kita berjuang."
Unit penelitian radar mengrim kabar baik, perlengkapan inti dari "KJ-2000" radome radar sudah terwujud, dalam keadaan yang belum teruji khusus, para teknisi mau tidak mau memasang radar ini diatas atap gedung untuk melakukan uji coba. Ini terjadi hanya berselang kurang setahun dari saat pembatalan kerjasama dengan mitra luar negeri. Setelah melalui uji coba, pada dasarnya telah mencapai standar yang sesuai dengan rancangan.
Akirnya semua sistem berhasil diinstalasikan di badan pesawat, dan pada pokoknya semua instalasi bisa dilakukan. Dan tiba waktunya untuk menginstalasi radome radar di atas badan pesawat. Instalasi ini bukan suatu pekerjaan kecil, namun penuh dengan resiko.
Berhubung tidak meliki hanggar yang cukup memadai besarnya, terpaksa instalasi radome ini dilakukan di luar hanggar.
Song Xiangsui menceritakan: Karena haggar tidak cukup besar, instalasi dilakukan di luar hanggar dengan mengguna derek, dengan menggunakan derek maka stres faktornya lebih banyak, ditambah ada angin, dengan tergantung diruang terbuka, tidak mempunyai derek terpaksa mengguna truk derek.
Truk derek ini adalah perlengkapan untuk bangunan gedung, meskipun daya angkatnya cukup, tetapi tidak presisi, dan pemasangan "KJ-2000" tuntutan presisinya sangat tinggi.
Penjangga radome radar hanya berbobot 30 kg lebih, sedang radome radarnya sendiri berbobot beberapa ton, maka proses penderekan harus presisi sekali dan tepat, sedikit saja meleset akibatnya bisa tak terbayangkan.
Yang diberi tugas untuk malaksanakan uji terbang adalah "China Flight Test and Research Institute"
Ini adalah terbang perdana yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, para crew pesawat semua tegang, tapi yang lebih tegang dari aircrew adalah para perancang, dalam benak mereka timbul pertanyaan, apakah pesawat bisa terbang atau tidak? Ini adalah satu tantangan besar.
Hao Jianzhang menceritakan: Saya masih teringat jelas sekali, ketika pesawat melesat takeoff dari landasan dan terbang ke udara, saya benar-benar tidak bisa menahan air mata terus mengalir deras.... perasaannya sungguh luar biasa tidak dapat dilukiskan... menerawang ke langit.... benar sangat gembira tiada tara...karena saya sudah sekian lama mendampingi pesawat ini cukup lama sekali... pagi sore siang malam tidak tidur... tapi akhirnya dia terbang...
Namun keberhasilan terbang perdana bukanlah berarti keberhasilan terakhir. Pesawat militer beda dari pesawat sipil, perlengkapan militer harus dievaluasi untuk bisa menahan kondisi cuaca yang keras, dan kondisi geografis yang rumit. Â