B: Kita semua menyukainya!!!
Pendukung Trump berkomentar: Mungkin sudah waktunya bagi pengusaha untuk mejalankan negara. Bawa kembalilah tunangan, bawa kembali pekerjaan. Kembalikan militer kita.
Kisah sebuah keluarga biasa AS
Ada sekeluarga (Tilly) 3 generasi yang tinggal di North Carolina yang mempunya berbagai macam sikap politik, tapi mereka mempunyai kesamaan mendukung Trump.
Pete Tilly : Ini adalah pertama kali bagi saya melakukan kampanye politik, anggota keluarga telah bergabung dengan saya, anak saya, putri mertua saya, cucu saya. Ini sungguh-sungguh pengalaman yang luar biasa.
Dua laki-laki dewasa dalam keluarga dulunya anggota militer, tapi kini mereka hidup dari gaji harian.
Pada Mei tahun ini, Trump mengatakan: “Pelayanan terhadap veteran AS lebih buruk dari pengungsi Eropa.” Dan kata-kata Trump ini ber-resonansi atau menggetarkan keluarga Tilly.
Grace Tilly: Pelayanan dan perawatan terhadap para veteran sangat dibawah standar. Seluruh keluarga saya mendukung Trump hingga ke anak saya yang berumur 11 tahun
Anak 11 tahun Tilly: Tidak ada dari calon lain yang berdiri untuk Amerika seperti Donald Trump.
Ananlis percaya bahwa alasan kenapa Trump bisa menang karena ia mempu menangkap “mayoritas diam (silent mayority)” dalam masyarakat Amerika.
Meskipun Trump tidak memiliki “cukup” pengalaman politik dan teknik berdebat seperti Hillary, tapi dia dapat melihat apa yang mayoritas diam di AS benar-benar butuhkan. Keterus-terangan Trump adalah titik lain yang telah menghantam titik lemah lain dari elit politik AS--- yaitu sikap political correctness, yang dihadapkan dengan masalah nyata di masyarakat Amerika, yang tampaknya telah mengikat tangan mereka.