Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Novelis - Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

He is My Everything

31 Mei 2020   06:00 Diperbarui: 31 Mei 2020   06:08 221
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hal ini di luar kebiasaan. Sesakit apa pun, Ayah Calvin tak pernah sampai menyuarakannya. Benarkah pisau yang menghujam adalah puncak rasa sakit?

Sejurus kemudian, Jose membungkuk. Diciumnya jari-jari Ayah Calvin yang lentik. Pria yang terbaring lemah dengan piyama rumah sakit ini adalah segalanya. Ayah Calvin belahan jiwanya, cinta dalam hidupnya, dan segala-galanya untuk Jose. Ia bernyanyi lembut untuk sang ayah.

Mungkin hanya Tuhan

Yang tahu segalanya

Apa yang kuinginkan

Di saat-saat ini

Kau takkan percaya

Kau selalu di hati

Haruskah 'ku menangis

'Tuk mengatakan yang sesungguhnya

Kaulah segalanya untukku

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun