Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Novelis - Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

[Serial Calvin, Jose, Alea] Takkan Berubah

3 Juli 2019   06:00 Diperbarui: 3 Juli 2019   06:18 116
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
www.goodfreephotos.com

Tuk selamanya

Tuk selamanya tetaplah di hatiku (Christian Bautista ft Bunga Citra Lestari-Tetaplah Di Hatiku).

Cukup, sudah cukup. Jose mempercayai Ayahnya. Ayah Calvin tak seburuk itu. Dirinya tetaplah yang pertama di hati sang ayah. Hati Jose hangat, hangat sekali.

**   

Sharon keliru. Ayah Calvin tidak melamar Bunda Alea, melainkan memberi seserahan. Ia didampingi Jose, Paman Revan, dan Paman Adica. Mereka berempat kompak mengenakan setelan jas merah.

Rumah mungil penuh bougenville dan rose itu sepi. Bunda Alea tinggal sendiri. Hanya ada perwakilan keluarga yang datang. Ibunya sudah terlalu tua untuk bepergian jauh dan menyambut calon suami putrinya.

Bunda Alea nampak begitu cantik dalam balutan dress berwarna marun. Dia memeluk Jose erat setelah anak itu meletakkan baki seserahan. Jose menatap Bunda Alea penuh kasih. Sebentar lagi, wanita berparas cantik itu akan resmi menjadi Bundanya.

"Ayah, kenapa barang-barang seserahan diambil sebagian? Nggak semuanya aja..." selidik Jose.

"Artinya, keluarga mempelai wanita tidak akan memutuskan hubungan sama Bunda Alea kalau sudah menikah dengan Ayah nanti." Ayah Calvin menjelaskan dengan sabar.

Sementara itu, Paman Revan resah. Ia tak nyaman ditatapi sepupu-sepupu Bunda Alea. Mata birunya membuat Paman Revan terlihat mencolok.

"Sudahlah, nikmati saja. Aku mau kok tukar mata sama kamu," seloroh Paman Adica.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun