Masih berharap kau untukku (Isyana Sarasvati-Masih Berharap).
Lagu itu sangat lembut, selembut hatinya. Selembut cinta Calvin untuk Silvi. Lagu itu sangat pantas untuk Calvin.
** Â Â Â
Pintu paviliun rumah sakit terbuka keras. Disusul langkah-langkah cepat. Albert dan Elby datang.
"Calvin, are you allright?" tanya Albert dengan logat Scottish yang sangat kental. Menatap Calvin lekat-lekat.
Elby menyikut Albert kesal. Dalam keadaan darurat, masih saja Albert melemparkan tatapan tidak wajar begitu. Albert, pria Jawa-Jerman-Skotlandia itu seorang gay. Dulunya dia pernah naksir Calvin. Pernah pula menyatakan cinta. Calvin menjelaskan dengan halus kalau ia bukan gay. Dan Albert menghormatinya. Sejak saat itulah mereka bersahabat. Satu setengah tahun lalu, Albert menikahi seorang model dari agency yang sama bernama Elenna. Kini Elenna sedang mengandung anaknya. Albert menikahi Elenna hanya demi status. Gay bukanlah fenomena baru dalam dunia modeling. Sisi gelap di dunia modeling dan entertainment.
Albert bicara cepat sekali dengan logat Scottish. Membela dirinya pada Elby. Dokter Rustian dan Calvin tersenyum simpul, menahan tawa.
"Btw, kenapa kamu bisa drop lagi?" Elby menanyai Calvin.
"Aku juga tidak tahu. Kelelahan sepertinya. Saat memimpin rapat, tiba-tiba hidungku berdarah dan aku jatuh. Stafku langsung membawaku ke sini. Untung Mama-Papa dan adik-adikku belum pulang dari perjalanan bisnis. Mereka tak perlu tahu."
"I see. Makanya, jangan terlalu diforsir." Albert menimpali.
Reminder di ponsel Calvin berbunyi. Tanpa reminder pun, sebenarnya ia sudah tahu. Hari Jumat datang lagi. Saatnya berbagi.