Banyak program acara yang dianggap menyalahi aturan dan ditegur KPI. Sayang tidak sedikit dari mereka yang tetap membandel. Teguranpun hanya sekadar teguran hingga program acara tak bisa berkutik ketika KPI meminta untuk menghentikan tayangan tersebut.
5. Zaskia Gotik Hina Lambang Negara dan Inilah yang Tak Dipahami Banyak Orang
Selama ini salah satu acara musik live di sebuah stasiun televisi swasta selalu mengundang pertanyaan banyak pihak, apa urgensi dari siaran yang ditayangkan setiap hari tersebut. Itulah yang ditanyakan Kompasianer Ricky Vinando dalam artikelnya.
Program yang tidak mendidik dan tidak ada urgensinya sama sekali dengan masyarakat ini membuat semakin jelas terlihat kualitas aslinya setelah terjadi pelecehan terhadap lambang negara oleh Zaskia Gotik. Menurut Ricky, jika jawaban yang sontak dilontarkan oleh Zaskia kala itu dengan maksud menghibur penonton, maka itu adalah alasan yang tidak bisa diterima oleh hukum.
Merujuk pada Pasal 184 KUHAP yang mengharuskan adanya minimal dua bukti untuk mempidanakan kasus ini, Polisi ternyata kala itu sudah memiliki tiga alat bukti. Pertama, keterangan saksi. Kedua, bukti terdapat pada selembar kertas dengan gambar "bebek nungging" yang dituliskan Zaskia. Ini adalah bukti yang sangat kuat. Ketiga, bukti kuat ada pada rekaman video acara tersebut ketika ditayangkan.
6. Mendadak Nasionalis, Mereka Pun Mengeroyok Zaskia Gotik
[caption caption="Penyanyi dangdut, Zaskia Gotik seusai pemeriksaan terkait kasus pelecehan lambang negara. Kompas.com/Akhdi martin pratama"]
Ketika kasus Zaskia menyeruak, sontak netizen melontarkan cibiran-cibiran, bahkan tidak sedikit yang berkata kasar padanya. Bully di media sosial memang menjadi hal yang sulit untuk dihindari ketika satu publik figur melakukan kesalahan yang tidak disukai masyarakat banyak.
Namun ada satu pertanyaan yang dilontarkan Asmara Dewo, mengapa netizen mendadak "Indonesia banget?". Para netizen mendadak seperti seorang pejuang Indonesia. Memang benar Zaskia salah, sudah bermain main dengan negara. Jadi selebihnya biarlah hukum yang berwenangn mengatasi kasus ini.
Menurut Asmara, seharusnya kita sadar bahwa yang melecehkan negara bukan hanya Zaskia. Banyak koruptor yang melecehkan negara dan secara tidak langsung sudah mengingkari cita-cita luhur perjuangan.
Seorang pemimpin yang tak amanah juga melecehkan negara. Nasionalisme tidak hanya lambang, teriakan belaka untuk mengeroyok ramai-ramai orang yang salah karena candaan. Bukan seperti itu nasionalisme yang sebenarnya. Jika memang benar-benar peduli terhadap negara dan bansa, kita harus bertindak nyata. Langsung, dan dimulai dari diri sendiri.
---
Itulah beberapa argumen Kompasianer tentang kasus yang menjerat Zaskia Gotik bulan lalu. Meski kini Zaskia didaulat sebagai Duta Pancasila, pihak Kepolisian memastikan bahwa kasus ini akan tetap berjalan dan mendapat penanganan hukum sesuai ketentuan. (YUD)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H