Jane kembali mengingat memori indah masa kecilnya, khususnya bersama ayah angkatnya. Ia tidak terlalu akrab dengan Nyonya Brigham, bahkan membencinya. Menurut Jane, warisan yang ditinggalkan Anne seharusnya menjadi miliknya sebagai anak angkat.
Nyonya Brigham meninggal dunia. Tapi, menurut analisis dokter, kematian tersebut wajar karena gagal jantung.
Setelah kematian ibu angkatnya, Jane kemudian mengajak ayah angkatnya untuk meninggalkan rumahnya dan tinggal bersama Jane. Pak Brigham tidak mau. Ia masih mencintai kenangan bersama istrinya.
Jane berdalih jika ia sangat menyayangi ayahnya dan tidak mau ia larut dalam kesedihan. Yang tidak diketahui, maksud "sayang" Jane adalah romantisme dan hubungan intim.
Gegara ajakannya ditolak oleh Pak Brigham, Jane kemudian kembali membuat ulah.
Korban pertama adalah Nona Calkins, pembantu rumah tangga keluarga Brigham. Disusul kemudian oleh Nyonya Bannister, sepupu Pak Brigham yang pindah ke rumah keluarga untuk mendampinginya.
Senyum khas Jane, dipenuhi birahi terselubung.
**
Selama menjadi suster, Jane yang cerdas mempelajari banyak hal tentang pengobatan. Khususnya efek obat-obatan dan psikotropika. Namun, kelihaiannya inilah yang ia manfaatkan untuk menyalurkan hobi psikopatnya.
Kejadian pertama ketika ia memberikan laporan palsu kepada seorang dokter di rumah sakit. Jane memalsukan analisis tentang keadaan seorang pasien. Motifnya agar sang pasien harus rawat inap. Jane jatuh cinta padanya.
Senyum khas Jane, membuat dirinya dipecat.