-Lemahnya sistem pengendalian intern yang berkorelasi positif dengan berbagai penyimpangan.
-Kualitas pelayanan publik yang rendah.
 3. Hambatan kultural
Hambatan kultural merupakan hambatan yang datang dari kebiasaan negatif yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, seperti misalnya:
-Sikap sungkan serta toleran di antara aparatur pemerintah yang bisa menghambat penanganan kasus korupsi.
-Pimpinan instansi yang kurang terbuka sehingga memunculkan kesan melindungi koruptor.
-Campur tangan legislatif, eksekutif, dan yudikatif dalam penanganan kasus korupsi.
-Rendahnya komitmen dalam penanganan kasus korupsi yang tegas dan tuntas.
-Sikap masa bodo masyarakat pada upaya pemberantasan korupsi.
Fenomena Kejahatan Korupsi di Indonesia
Berikut adalah beberapa fenomena kejahatan korupsi di Indonesia:
1. Korupsi semakin meluas ke segala kalangan. Korupsi tidak hanya terjadi di kalangan pejabat tinggi, tetapi juga meluas ke tingkat bawah seperti lurah, camat, guru, dokter, dan lainnya. Karena itu merupakan tindakan yang bisa menghasilkan keuntungan jika tidak diawasi dengan ketat oleh atasan yang tegas.