Mohon tunggu...
jemari Kreasi
jemari Kreasi Mohon Tunggu... Psikolog - Para kreator

Kumpulan pemikir yang mengembangkan ide dalam kreasi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Tragedi Jeruk Nipis

1 Oktober 2019   17:28 Diperbarui: 1 Oktober 2019   17:45 25
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

'Ngantar sebentar aja kok, insya Allah Nana bisa mengerti.'

Maka melajulah motor bututku membelah senyapnya malam. Menempuh waktu hampir dua puluh menit untuk sampai di halte terakhir angkot merah, seperti keterangan nenek.

"Kalau dari sini, Nenek ingat rumahnya?"

"Ingat, Nak. Terus aja lalu belok kanan."

Mengikuti petunjuk yang diberikan, berhentilah motorku di sebuah rumah besar. Pagar hitamnya tinggi berkesan mewah. Barisan mawar menghiasi taman, dengan beberapa  anggrek bulan tergantung di sisi yang lain. Sebuah kolam air mancur berada ditengah taman.

'Waw, di kampung kecil begini, ada istana semewah ini? Pejabat kali ya anaknya'

Kugedor gerbang tersebut. Dari pintu garasi keluarlah seorang ibu paruh baya, tergopoh-gopoh. Belum sempat menerangkan apa yang terjadi ....

"Ya Allah, Yangti, kemana aja? Semua sibuk nyari Eyang," jeritnya tertahan.

Diraihnya tas si Nenek, memapahnya masuk. Beberapa langkah, ibu itu tersadar. Berhenti lalu membalikkan badannya.

"Eh, maaf, Mas. Saya sampe lupa sampeyan. Makasih ya ... tapi saya nggak diperkenankan bawa tamu asing masuk rumah. Maaf ya." Penjelasannya memberondong telingaku.

"Iya, nggak papa. Saya pamit."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun