'Hadeh dia bahkan sampai sebodoh ini? Terpancing dengan jebakannya sendiri? aku heran kenapa dia bisa menciptakan the cripple. Namun hal ini jelas menunjukan bahwa ia memang tidak layak untuk berada di keluarga Engel' renung Martian.
Setelah cripple carnival, Martian berencana untuk membawa Bertrand ke Engel. Tapi melihat seberapa naifnya Bertrand, dia hanya akan mati sebagai santapan dari anggota keluarga lainnya.Â
"huuuuh... dasar bodoh! Yang kuhentikan bukanlah serangan terhadap Serigala Merah, tapi kuhentikan adalah the crazy cripple jadi-jadian sombong yang berusaha merusak citra kejam yang telah kubuat melalui cripple carnival!" tegas Martian.
"Bila kau mau membunuh Serigala Merah kenapa kau harus memperhatikan kerusakan disekitar mereka? Memangnya kenapa kalau ada bajingan lain yang mati bersama dengan Serigala Merah?" Martian yang geram dengan kebodohan dan kenaifan Bertrand maju selangkah lebih dekat dengan Bertrand sambil menggunakan jarinya telunjuk untuk menunjuk wajah Bertrand.
'1,4 m.. sedikit lagi!'. Melihat Martian yang makin mendekat Bertrand menahan dengan sekuat tenaga untuk tidak menunjukan perilaku yang mencurigakan.
'Lihat itu seberapa besar matanya sekarang! Kenapa dia benar-benar bodoh?' melihat kondisi dari Bertrand, bahkan Martian tak habis pikir kenapa Bertrand masih saja naif padahal ia tua dan tinggal di daerah gelap Vegas bersama Serigala Merah!
"Kenapa kau bisa sebodoh dan senaif ini?" Martian yang geram akan kenaifan dari Bertrand dengan sengaja mengambil satu langkah penuh, hingga ia berada tepat dihadapan Bertrand.Â
'1 m.... SEKARANG WAAAKTUNYAA!!!!'. Bertrand dengan sigap berdiri dari duduknya dan melempar tali lassonya layaknya cowboy yang mau menangkap kepala kuda liar bernama Martian.Â
Namun Martian yang melihat tali lasso mengarah padanya hanya tersenyum ganjil. Bahkan saat pisau yang berada di sepatu Bertrand mencap diperut Martian, ia masihlah tersenyum seolah yang ditancap oleh pisau bukanlah perutnya.
"Kakak memang naif dan hanya bisa berpikir layaknya para budak dijalanan itu! Bila aku menjadi kakak, pisau itu sudah akan penuh dengan racun yang akan membunuh targetnya dengan luka kecil sekalipun!". Jelas Martian yang masih tersenyum melepaskan dirinya dari tancapan pisau dan melempar kebawah sepatu beserta kaki Bertrand ke kursi tempat ia duduk tadi.
"*Bam..kraak... *kraaak.." kursi yang ditabarak oleh tubuh Bertrand ikut terhempas bersama dengan tubuh Bertrand.