*
Mendengar perintah singkat Dirgo Kundolo maka Ki Jabrik segera mengangkat tongkat ularnya, kemudian tongkat itu ditiupnya. Maka munculnya suara seruling yang melengking. Ternyata tongkat itu merangkap sebagai seruling juga.
Galih Sukma selalu waspada, mendengar suara seruling keluar dari tongkat ular itu, dengan cepat tubuhnya bergerak lesat seperti cahaya sambil berteriak.
"Mundur, jangan lewati batas yang aku buat!"
Sekali berkelebat tubuhnya berputar mengelilingi seluas rumah Ki Lurah Manggolo Krasak sambil mengeluarkan cahaya biru keemasan dan putih terang menjadi garis cahaya yang bersinar menakjubkan.
Orang yang berada di luar lingkaran terpaksa dikebutnya dengan kedua tangannya sehingga mereka terpental masuk lingkaran dan aman berada di dalamnya.
Orang-orang yang sebelumnya telah mengenal kehebatan Galih Sukma semakin takjub melihat apa yang dilakukan oleh Galih Sukma untuk menyelamatkan mereka.
Ni Sasi Manah yang sudah berpakaian rapi berdiri bersisian dengan ibunya. Sesekali ibunya memeluk dan menciuminya, seakan tidak percaya, kalau anaknya bisa sembuh secepat itu.
Nyi Lurah Manggolo Krasak dan Ni Sasi Manah pun mengenali Dirgo Kundolo yang berdiri sombong menantang itu.
Tidak menyesal mereka pernah menolak Dirgo Kundolo si pemuda jahat dan kejam.
Tega membunuh hanya untuk melampiaskan dendamnya.