2. Menjaga Kestabilan Antara Dunia Kerja dan Kehidupan
Ada satu ucapan yang masih tersimpan dalam benak saya, pekerjaan itu tidak akan ada habisnya. Meskipun pekerjaan telah berhasil selesai hari ini maka besok akan ada pekerjaan baru menunggu. Namun kehidupan itu ada batas waktu. Ketika kehidupan berakhir maka tidak akan ada lagi hari esok.Â
Pesan sederhana dari ucapan ini adalah kita perlu menyeimbangkan antara dunia kerja dan kehidupan. Banyak individu yang terlalu berambisi pada karir atau memiliki loyalitas tinggi terhadap perusahaan seakan sebagian besar waktunya hanya untuk perusahaan.
Bagi saya, cara berpikir ini keliru. Jika kita sayang pada perusahaan maka kita hanya perlu bekerja optimal dan seimbang. Bekerja dari pagi hingga larut malam yang dilakukan dalam jangka waktu panjang maka rentan membuat kondisi psikis dan kesehatan kita terganggu.
Kita bisa jatuh sakit hingga harus dirawat berhari-hari. Perusahaan tentu akan merasakan kerugian karena kita adalah aset bagi mereka. Niat baik yang kemudian berujung tragis.
Ada kejadian di mana seorang pekerja rela bekerja lembur hingga 2 hari non stop. Tanpa diduga, dirinya mengalami kelelahan fisik dan mengalami serangan jantung tiba-tiba. Nyawanya pun tidak tertolong.
Perusahaan mungkin akan merasa kehilangan namun dalam beberapa hari kemudian sudah membuka lowongan baru untuk mencari pekerja pengganti. Pengorbanan yang terkesan sia-sia.
Justru kita perlu menyeimbangkan hal ini. Salah satunya membuat rencana hidup dengan baik. Contoh kita menentukan bahwa Senin-Jumat diprioritaskan untuk memikirkan pekerja. Saat Sabtu dan Minggu untuk menyenangkan diri sendiri.
Cara lain pada jam operasional kerja (pukul 08.00-17.00) fokus untuk menyelesaikan pekerjaan. Di atas jam 17.00 maka biarkan orang istirahat dengan tidak lagi memikirkan pekerjaan. Kita bisa menggunakan waktu di luar jam kerja untuk kumpul dengan keluarga, kumpul dengan teman atau menjalankan hobi.
3. Lakukan Rutinitas yang Membantu Rileksasi
Tanpa kita sadari ada banyak aktivitas yang bisa kita lakukan untuk rileksasi. Teman saya kerap mendengarkan musik kesukaan saat bekerja. Ini ternyata membantu dirinya bisa tetap fokus namun dengan hati yang senang.