Mohon tunggu...
Ika Septi
Ika Septi Mohon Tunggu... Lainnya - Lainnya

Penyuka musik, buku, kuliner, dan film.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Terlalu Tua

21 Juli 2016   15:58 Diperbarui: 25 Februari 2023   15:01 217
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Arai tersenyum kecut.

"Mumpung formasi lengkap nih. Beberapa kali reuni, Rhenald dan Andre kan gak datang. Aku gak peduli lah vokalis ku ganti aliran, kita pasti bisa ngikutin kok." Lanjut Rido bersemangat.

"Yakin?" Shira tersenyum.

"Yakin sekali!" Rido terlihat serius.

"Berangkat, Rai." Shira menyemangati.

"Apaan sih Ra, bisanya jadi provokator aja." Arai gusar.

"Siapa juga yang memprovokasi, aku tuh mendukung kamu."

Lalu terjadilah percakapan yang ramai antara Shira dan Arai, yang membuat bola mata Rido lelah harus bolak-balik melihat wajah kedua temannya itu secara bergantian.

"Halah, pantesan kalian gak berjodoh, kerjaannya bertengkar melulu kayak gini sih." Rido protes di sela-sela adu mulut antara Arai dan Shira.

"Gimana Rai, kamu gak mau membuat kami kecewa kan?"

Arai diam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun