Original Teks
" , ' * , , , ' ."
Trnasliterasi :
"Entha de patountai krnas, aei d' hymnn akouei kuma; ts os polyphloibois en koniois linkois entha lxei, nymphai hupselon aoidan cheontai, entha kai Drues, entha t' Aisai aoidai paides."
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia :
"Di sini, di mana aliran sungai mengalir dan gelombang nyanyian selalu terdengar, dia akan berbaring di atas sofa rumput yang paling lembut. Di sini, para nimfa akan mencurahkan nyanyian yang agung, di tengah-tengah dedaunan yang berdesir dengan harmoni. Di sini juga akan ada Dryad, dan di sini Echoes, putri-putri Airs, akan menyanyikan lagu mereka."
Dryad sering digambarkan sebagai wanita muda yang cantik dan memiliki hubungan yang kuat dengan alam. Bentuk fisik mereka terjalin dengan pepohonan yang mereka tinggali, mewujudkan roh hutan. Dalam literatur dan seni, mereka sering digambarkan dengan rambut tergerai, dihiasi dedaunan, dan memiliki aura dunia lain. Keberadaan mereka terjalin dengan kehidupan pohon yang terkait dengan mereka, berbagi hubungan simbiosis yang mencerminkan keharmonisan antara dunia alami dan makhluk mitos.
Meskipun konsep roh pohon melampaui mitologi Yunani, makhluk serupa ditemukan di berbagai budaya. Dalam cerita rakyat Celtic, "leannn sdhe" memiliki kemiripan dengan dryad, yang merupakan perwujudan roh pohon tertentu. Simbolisme dryad sering kali lebih dari sekadar penjaga hutan, yang mewakili keterkaitan semua makhluk hidup. Sebagai penjaga pohon masing-masing, dryad dipandang sebagai pelindung lingkungan, yang mewujudkan keseimbangan antara manusia dan alam.
Daya tarik yang mempesona dari dryad terus memengaruhi sastra, seni, dan budaya populer modern. Dari puisi Yunani kuno hingga novel fantasi kontemporer, dryad bertahan sebagai simbol abadi dari yang mistis dan alami. Penulis seperti J.R.R. Tolkien mendapatkan inspirasi dari makhluk-makhluk kuno ini, dengan memasukkan roh-roh hutan yang serupa ke dalam legendanya, yang semakin mengukuhkan warisan abadi dryad dalam dunia sastra fantasi.
Warisan dryad bertahan sebagai bukti daya tarik abadi yang dimiliki manusia terhadap hal-hal mistis dan alami. Berakar dari mitologi Yunani kuno, istilah "dryad" membawa serta sejarah linguistik dan budaya yang menghubungkan kita dengan permadani yang kaya dari warisan mitologi kita. Saat kita menjelajahi dunia fantasi dan imajinasi, daya tarik dryad yang penuh teka-teki terus berkembang, mengundang kita untuk menyelami lebih dalam misteri dunia alam dan makhluk-makhluk fantastis yang menghuninya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI