Tanda-tanda kebohongan paling terlihat pada bagian bawah tubuh. Bagian ini jauh dari otak, sehingga mereka memiliki kontrol mental yang lebih sedikit. Oleh karena itu, mereka mengungkapkan tanda-tanda vital yang tidak disadari.
Anda mungkin juga melihat perubahan postur tubuh yang sering dan sedikit. Refleks non-verbal ini menunjukkan adanya konflik dalam diri yang membuat rasa tidak nyaman.
Perubahan pola bicara
Pola bicara seseorang bisa mengungkapkan perasaan dan sikap yang lebih banyak, daripada kata-kata yang diucapkan.
Cara Anda mengatakan sesuatu bisa menjadi bentuk bahasa tubuh. Orang yang mengamati Anda melihat pola bicara, dan sejauh mana itu cocok dengan kata-kata yang Anda pilih.
Orang yang dengan sengaja menyesatkan cenderung berbicara lebih sedikit, lebih lambat, dan membuat lebih banyak kesalahan ucapan.
Mereka mungkin membutuhkan waktu lebih lama sebelum menjawab pertanyaan, dan lebih banyak ragu saat menjawab.
Mereka cenderung cepat mengisi celah pembicaraan yang canggung. Hal lain yang bisa mengungkapkan kebohongan adalah nada suara, yang cenderung lebih tinggi dari biasanya, dengan peningkatan kecepatan di akhir kalimat.
"Bodies have their own highly effective way of doing the talking."
~ Donna Goddard, Nanima: Spiritual Fiction ~
Tubuh memiliki caranya sendiri yang sangat efektif untuk berbicara.
Bagaimana pun, mendeteksi kebohongan memang sulit dilakukan. Jika Anda mengenal orang tersebut hal ini mungkin menjadi lebih mudah, namun tidak sepenuhnya bisa diandalkan.
Anda mungkin bisa membandingkan perilaku antara saat dia berkata jujur dan saat Anda curiga dia berusaha berbohong. Namun, memperhatikan konteks itu penting, dan tidak terburu-buru dalam menafsirkan tanda-tanda tersebut.