Surti bekerja dengan asal saja. Cuma menjalankan tugas.
5. Merasa aman, jadi malas mengembangkan diri
Terkadang menjadi "pegawai tetap" bisa menjadi racun bagi pola pikir dimana keinginan untuk terus mengembangkan kemampuan diri malah jadi merosot.
Kebanyakan teman yang berstatus sebagai guru PNS mempunyai pandangan seperti itu. Malas mengembangkan diri.
Memang ada beberapa yang mempunyai dedikasi dan komitmen untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan dalam mengajar, tetapi cuma ada segelintir saja. Bisa dihitung dengan jari.
Sedikit saran....
Yah, sebenarnya bukan hanya guru. Profesi- profesi lain juga bisa merasa jenuh dan tidak berkembang. Namun seperti yang sudah diketahui oleh masyarakat umum bahwa guru digugu dan ditiru, sudah seharusnya guru menjadi contoh yang baik, bukan hanya untuk peserta didik, namun juga masyarakat luas.
Oleh karena itu, saya memberikan sedikit saran bagi para rekan guru. Bukannya ingin menggurui, tapi hanya ingin menyampaikan pandangan.
Ada 5 (lima) saran saya:
1. Jadilah panutan dalam hal membaca dan menulis
Tidak susah untuk menebak guru yang suka sekolah dan yang tidak.
Guru yang tidak suka sekolah terlihat dari kebiasaan sehari-harinya. Apabila sang guru suka membaca dan menulis, maka otomatis bisa dikatakan bahwa guru tersebut suka dalam proses membaca dan menulis, dan oleh karena itu dikatakan kalau dia suka sekolah
Kalau Anda sebagai guru yang tidak suka membaca dan menulis, bertobatlah! Jadilah panutan bagi peserta didik dalam hal membaca dan menulis. Jangan memberi banyak wejangan tentang pentingnya membaca dan menulis, tetapi diri sendiri malah malas melakukan kedua hal itu.
2. Tetapkan komitmen menjadi guru yang berdedikasi
Memang kalau bicara masalah dedikasi, sangat sukar mengukurnya, karena menyangkut apa yang ada di dalam hati. Tapi apa yang dilakukan sudah menunjukkan apakah guru tersebut termasuk sosok berdedikasi atau tidak.