Sebab, menurut teori dari test AAJI yang sudah saya lakukan, ada satu kalimat yang harus ditanamkan di benak seluruh masyarakat Indonesia.
"Asuransi Adalah Jaring Pengaman Keuangan Keluarga."
Pada pembahasan berikutnya, saya akan lebih menekankan pada Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa sebagai jaring pengaman yang wajib dimiliki keluarga Indonesia.
Asuransi Kesehatan Menjadi Kebutuhan Dasar
"Saya tidak membutuhkan asuransi." Kalimat tersebut tentu wajar saja bila diucapkan oleh nasabah ketika mendengar kata sakti "asuransi".
Berpikir secara positif, ada dua alasan kalimat tersebut diutarakan. Pertama, adalah yang bersangkutan merasa kondisi fisiknya selalu sehat sehingga tidak pernah merogoh uang dari kantong untuk biaya pengobatan.
Atau kedua, pribadi yang bersangkutan merasa mempunyai kemampuan finansial apabila terjadi sebuah masalah kesehatan di kemudian hari.Â
Saya akan kesampingkan dahulu stigma negatif Asuransi yang ada di Indonesia, sebab jika pembaca sudah sampai di titik ini, bisa saya anggap ingin mengetahui lebih banyak manfaat dari asuransi.
Pribadi yang melakukan penolakan tersebut tentu harus mencoba berpikir lebih luas lagi, bahwa ia juga memiliki keluarga dan kolega, yang juga akan berpotensi mengalami masalah kesehatan. Suatu saat jika ada satu di antaranya yang sakit, tentu pengeluaran finansial menjadi sebuah kewajiban.
Seperti yang saya sendiri alami. Saya memang (Puji Tuhan) diberikan kesehatan hingga saat ini. Namun, masalah kesehatan yang dialami orang tua, juga menjadi sumber pengeluaran mendadak saya beberapa waktu lalu sebab tidak menggunakan jaring Asuransi.
Maka dari itu, saya mengajak pembaca untuk mulai memikirkan jaring pengaman bagi keuangan keluarga kita. Satu yang fundamental, adalah peran Asuransi Kesehatan.
Pemerintah telah membangun sebuah konsep Asuransi Kesehatan yang sangat bagus dalam BPJS Kesehatan. Dimulai pada 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan sebagai pengembangan dari fasilitas PT Askes (Persero) telah ditetapkan sebagai Asuransi Kesehatan utama yang diselenggarakan oleh Negara.