Dalam bayangnya yang tak nyata, Hera merasakan Petra memeluknya, tapi pelukan itu semakin tak berasa apa-apa hingga sepenuhnya hilang. Ia semakin sadar bahwa selama ini selalu datang ke sekolah dan menikmati seblak warung depan sendirian. Tidak bersama siapa-siapa, apalagi dengan empat temannya itu.
Maka kisah mereka, atau lebih tepatnya kisah Hera, ditutup ketika dirinya melangkahkan kaki keluar gerbang. Ia membuat janji untuk diri sendiri bahwa tak perlu datang lagi ke sini jika hanya untuk mengingat nostalgia menyakitkan itu.
Kini hanya ada dirinya sendiri bersama kisahnya yang lain untuk tahun-tahun selanjutnya.
***
Nostalgia 5 Remaja - Selesai
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI