Mohon tunggu...
Garuda Hitam
Garuda Hitam Mohon Tunggu... profesional -

Garuda Hitam adalah cerita bersambung dengan genre spionase, kombinasi antara Da Vinci Code dengan James Bond, tentang intrik politik dan intelejen tingkat tinggi yang terjadi di tanah air. Kendati beberapa tokoh dan lembaga yang disebut dalam kisah ini benar-benar ada, cerita ini seratus persen fiksi alias khayalan. Kisah ini ditulis secara bergantian oleh Suka Ngeblog, Daun Ilalang dan Hes Hidayat

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

[13] Ledakan Meliputi Malam

27 Mei 2014   12:57 Diperbarui: 23 Juni 2015   22:04 120
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sekar menggeleng. Dia tadi baru saja tiba di rumah kost ketika kedua lelaki yang kini berada di dalam mobil yang dibawa Dolare dan Doredo menjemputnya.

"Mau mampir makan dulu ?" Sigit menawarkan.

Sekar menggeleng. "Langsung pulang saja, aku lelah."

Sigit mengangguk memahami. Dia kembali menatap gadis itu. Wajahnya masih nampak pucat. Dia harus melakukan sesuatu untuk membuat gadis ini ceria, pikirnya. Dan dia punya akal.

“Jadi, kapan kita nonton?” tanya Sigit tiba-tiba.

Seperti yang dia duga, pertanyaannya itu membuat Sekar berpaling menatapnya.

“Nonton? Nonton apa?”

“Nonton film, tentu saja. Em, katanya Godzilla bagus lho. Yang X-Men juga bagus kayaknya.”

“Eh, siapa yang mau nonton dengan kamu?” Sekar bertanya sengit.

Sigit tersenyum. Rencananya berhasil. Gadis itu mulai kembali ke sifatnya yang “asli”.

“Lho, telepon kamu yang tadi gimana? Kamu kan bilang kita gak bisa nonton? Aku ngerti jika sekarang gak bisa. Jadi kapan? Besok?”

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun