Mohon tunggu...
Fareh Hariyanto
Fareh Hariyanto Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa Klasik

Sedang menempa kanuragan di Jurusan Ahwalusasyhiah IAI Ibrahimy Genteng Bumi Blambangan Banyuwangi

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Bahasa Isyarat Pemersatu Umat

31 Oktober 2019   22:43 Diperbarui: 31 Oktober 2019   22:47 16
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Penulis sendiri yang tumbuh dan besar di Semarang saat pertama kali datang di Afdeling Kalitajem Kebun Kendenglembu Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore Banyuwangi juga sempat mengaplikasikan bahasa isyarat. Bukan tanpa alasan hal itu digunakan, karena mayoritas bahasa yang digunakan di Desa itu merupakan bahasa madura yang cukup asing bagi penulis. 

Akhirulkalam, apapun bahasa yang kita gunakan semoga tetap menjadi pemersatu. Tanpa menafikan Bahasa Indonesia agar tetap jadi tuan rumah di negeri sendiri. Pun tak menutup kemungkinan untuk kita bisa menguasai bahasa lain. Minimal bahasa isyarat yang tersirat.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun