Urgensi penelitian ini tidak hanya terletak pada peningkatan karakter religius siswa, tetapi juga pada kebutuhan untuk menemukan pendekatan yang lebih efektif dalam pendidikan karakter secara keseluruhan. Dengan memfokuskan perhatian pada teknik homeroom, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru mengenai bagaimana pendidikan karakter religius dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga menciptakan individu yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan budi pekerti yang mulia.
METODE
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) dengan fokus pada teknik homeroom untuk meningkatkan karakter religius siswa. Desain penelitian dirancang dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta, dimulai pada tanggal 13 Juli 2024 dan berakhir pada tanggal 10 September 2024. Pemilihan waktu dan lokasi ini dipertimbangkan untuk memberikan konteks yang sesuai dalam mengkaji pengembangan karakter religius siswa, khususnya di kalangan peserta didik kelas 9.
Sampel penelitian terdiri dari kelas 9A yang berjumlah enam peserta didik. Pemilihan sampel ini didasarkan pada observasi awal yang menunjukkan tantangan dalam penguatan karakter religius di kalangan siswa. Dengan melibatkan jumlah peserta yang terbatas, diharapkan peneliti dapat memberikan perhatian yang lebih mendalam dan interaksi yang lebih intensif selama proses bimbingan. Setiap sesi dirancang untuk menciptakan suasana yang kondusif, mendukung pertumbuhan spiritual dan pengembangan karakter religius siswa.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan perspektif siswa tentang penanaman nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari, sementara observasi bertujuan untuk menangkap dinamika interaksi dalam sesi homeroom. Dengan demikian, peneliti dapat mengidentifikasi perubahan sikap dan perilaku religius siswa secara lebih mendalam. Di sisi lain, data kuantitatif dikumpulkan melalui pengukuran nilai siswa menggunakan angket yang dirancang khusus. Angket ini digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan praktik religius siswa sebelum dan setelah intervensi.
Setiap siklus penelitian dimulai dengan pre-test untuk menilai karakter religius siswa sebelum mengikuti sesi homeroom. Setelah dua pertemuan dalam siklus pertama, dilakukan post-test untuk mengevaluasi perubahan yang terjadi. Siklus kedua kemudian dilaksanakan dengan menerapkan hasil evaluasi dari siklus pertama, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas intervensi. Proses ini memungkinkan peneliti untuk terus menyesuaikan pendekatan berdasarkan kebutuhan dan respons siswa, sehingga bimbingan yang diberikan lebih relevan dan berdampak.
Analisis data dilakukan dengan mengolah hasil wawancara dan observasi untuk mengekstrak tema-tema yang berkaitan dengan sikap religius siswa. Hasil wawancara dan observasi ini akan dibandingkan dengan data kuantitatif dari pre-test dan post-test untuk menilai seberapa signifikan pengaruh teknik homeroom dalam meningkatkan karakter religius siswa. Data kuantitatif dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif, sehingga peneliti dapat mengetahui perbandingan antara hasil pre-test dan post-test dengan lebih jelas.
Melalui pendekatan yang sistematis dan terstruktur ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai pengaruh teknik homeroom dalam meningkatkan karakter religius siswa. Selain itu, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi pendidik dan pengelola sekolah dalam menerapkan strategi pengembangan karakter religius yang lebih efektif, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan spiritual dan moral siswa secara berkelanjutan.
                                                                  Â
HASILÂ
Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Hasil penelitian ini disajikan setiap siklus sehingga dapat diketahui dengan jelas persentase peningkatan pada setiap siklusnya. Dalam penelitian ini data kualitatif diambil menggunakan observasi secara langsung dan wawancara dengan guru BK. Untuk . data kuantitatif menggunakan angket