Dalam film tersebut, diceritakan bagaimana seorang suami berupaya untuk memanipulasi si istri dengan kebohongan yang ia ciptakan, sehingga istrinya kehilangan keyakinan pada ingatan dan kepercayaan pada dirinya sendiri. Sehingga muncullah istilah gaslighting. Gitu ceritanya, Sobatkoe...
Nah, sekarang yuks kita sedikit ber-ba bi bu, na ni nu, ka ki kuuu.... kulik soal gaslighting ini yhe...
Tahu ga, sebenarnya, aktivitas gaslighting ini banyak dilakukan oleh mereka yang mengalami gangguan kepribadian narsisistik atau lebih ternama dengan narcissistic personality disorder (NPD).Â
Perlu untuk selalu diingat bahwa penegakan diagnosa NPD ini pun kita membutuhkan pertolongan psikiater atau psikolog terkait. Don't do self diagnose, kay...Â
Untuk kali ini, saya hanya akan mengulik tentang fenomena gaslighting ajha yha....
Sedikit nukil dari Psychology Today, gaslighting adalah sebuah aktivitas seseorang untuk memanipulasi dan mengontrol korban agar mau melakukan segala yang diinginkan gaslighter (pelaku gaslighting), bahkan tanpa diminta sekalipun.
But how come? Bagaimana bisa terjadi seperti itu? Hmmm, kay Sobatku, markinjut...mari kita lanjuuuut...
Pada awal mula, seorang gaslighter akan berusaha untuk membangun sebuah relasi yang begitu manis. Love bombing. Gaslighter akan selalu memuji semua kelebihan korban, baik secara fisik maupun psikis. Heleeeh...gombalan mulu tuh...so, beware...
Semakin cepat korban terjebak dalam rasa percaya kepada gaslighter, semakin cepat pula aksi manipulasi dilancarkan.
Seorang gaslighter adalah master dalam hal kebohongan. Dia bukan seseorang yang bertampang sangar, atau seseorang yang bertingkah laku kasar. Ia adalah seorang pemimpin yang berkarisma, atau seseorang yang terlihat selalu hangat dalam pergaulan.
Gaslighting merupakan salah satu alat bagi seorang narsisistik yang pada dasarnya membutuhkan pujian tanpa mau menerima kritik dalam kehidupannya. Alat ini digunakan agar ia selalu terlihat baik di mata publik. Empati pada sesama? Wew, seorang narsisistik kurang atau bahkan tidak mempunyai empati terhadap sesama.